Jakarta, tvOnenews.com - Wilayah Maluku Utara kembali menjadi sorotan setelah diguncang gempa bumi berkekuatan 7,6 magnitudo pada Kamis pagi. Peristiwa gempa di Maluku Utara ini mendorong Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk segera mengambil langkah cepat dengan mengirim tim ahli ke lokasi terdampak.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi terkini di Maluku Utara sekaligus memetakan dampak kerusakan serta potensi risiko lanjutan akibat gempa besar tersebut.
Plt Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menyatakan bahwa tim yang diturunkan ke Maluku Utara akan fokus pada survei gempa merusak dan analisis aktivitas seismik.
Tim BMKG akan bekerja langsung di lapangan di wilayah Maluku Utara untuk melakukan pemetaan dampak gempa serta memantau perkembangan gempa susulan yang masih berpotensi terjadi.
“Kami melakukan survei gempa merusak, termasuk pemetaan makroseismik dan mikroseismik di Maluku Utara,” ujar Rahmat dalam konferensi pers di Jakarta.
Fokus Pemetaan Kerusakan di Maluku UtaraDalam penanganan gempa di Maluku Utara, BMKG menggunakan dua pendekatan utama, yakni makroseismik dan mikroseismik.
Pemetaan makroseismik dilakukan untuk melihat sebaran kerusakan akibat gempa di Maluku Utara, termasuk bangunan, infrastruktur, hingga wilayah terdampak paling parah.
Sementara itu, pemetaan mikroseismik digunakan untuk memonitor aktivitas gempa susulan di Maluku Utara yang masih terus terjadi pascagempa utama.
Langkah ini dinilai penting karena karakter gempa di Maluku Utara yang memiliki aktivitas tektonik cukup tinggi, sehingga potensi gempa susulan harus terus diwaspadai.
Alat Seismograf Dipasang di Maluku UtaraUntuk memperkuat pemantauan, BMKG juga akan memasang alat portable seismograph di sejumlah titik strategis di Maluku Utara. Perangkat ini berfungsi merekam gempa mikro yang kerap tidak terasa, namun memiliki peran penting dalam analisis aktivitas seismik.
Data dari gempa mikro di Maluku Utara akan digunakan untuk mengetahui pola aktivitas gempa, termasuk memperkirakan kapan rangkaian gempa susulan mulai mereda.
Menurut BMKG, meskipun gempa kecil di Maluku Utara tidak selalu menimbulkan dampak besar, keberadaannya menjadi indikator penting dalam membaca dinamika pergerakan lempeng bumi.




