Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengutuk keras Israel atas serangannya yang menewaskan tiga prajurit TNI yang merupakan personel Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) pada akhir Maret lalu.
Dewan Keamanan PBB juga menyampaikan belasungkawa kepada Indonesia dan keluarga para tentara yang tewas.
"Para anggota Dewan Keamanan menyampaikan belasungkawa dan simpati terdalam mereka kepada keluarga para korban, serta kepada Indonesia," demikian pernyataan Dewan Keamanan PBB pada Rabu (1/4), seperti dilansir Anadolu Agency, Kamis (2/4/2026),
Pernyataan Dewan Keamanan PBB itu juga membahas soal lima tentara perdamaian PBB lainnya mengalami luka-luka akibat rentetan serangan di Lebanon, dan serangkaian insiden yang mempengaruhi posisi UNIFIL.
Disebutkan bahwa pasukan penjaga perdamiaan PBB terluka "di tengah permusuhan yang sedang berlangsung di sepanjang Blue Line".
Blue Line merujuk pada "garis penarikan" sementara sepanjang 120 kilometer yang ditetapkan PBB pada 7 Juni 2000, untuk mengkonfirmasi penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon bagian selatan.
"Mendoakan kesembuhan yang cepat dan sepenuhnya bagi mereka yang luka-luka. Memberikan penghormatan kepada dedikasi dan pengabdian semua pasukan penjaga perdamaian PBB yang mempertaruhkan nyawa mereka demi perdamaian dan keamanan internasional, dan menyampaikan apresiasi mendalam mereka kepada negara-negara penyumbang pasukan UNIFIL," sebut pernyataan Dewan Keamanan PBB tersebut.
Lebih lanjut, Dewan Keamanan PBB menegaskan kembali dukungan sepenuhnya untuk UNIFIL.
(nvc/imk)





