Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Pusat Statistik (BPS) bakal mempercepat siklus pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) penerima bantuan sosial (bansos) reguler Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako. Langkah itu bertujuan untuk memastikan penyaluran lebih tepat waktu dan tepat sasaran.
Hal tersebut diungkapkan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Rabu (1/4/2026). Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, Kepala Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial Kemensos Joko Widiarto, Direktur Sistem Informasi Statistik BPS Joko Parmiyanto, Direktur Statistik Kesejahteraan Rakyat BPS Budi Setiawan, dan pejabat terkait lainnya.
"Biasanya data (DTSEN) itu kita terima pada tanggal 20 di setiap triwulan I, triwulan II, dan triwulan III. Tapi alhamdulillah ini kita majukan untuk kita terima tanggal 10, nanti 10 April dan seterusnya. Jadi setiap tanggal 10 nanti kami terima dan hasil pemutakhiran itu yang akan kami jadikan pedoman untuk menyalurkan bansos setiap bulannya," kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Kamis (2/4/2026).
Dia mengatakan dengan diperolehnya hasil pemutakhiran DTSEN lebih awal, Kemensos menargetkan penyaluran bansos kepada penerima manfaat terus meningkat.
"Dengan waktu yang lebih banyak untuk penyaluran, kita harapkan ya prosentase penyalurannya terus meningkat," tutur Gus Ipul.
Dia menjabarkan, pada triwulan I 2026, penyaluran PKH dan Program Sembako telah mencapai lebih dari 96 persen.
"Saya juga mengucapkan terima kasih atas kerja keras teman-teman karena memang memerlukan perjuangan ya untuk bisa menyalurkan dengan baik," ungkap Gus Ipul.
Gus Ipul menjelaskan bahwa penyaluran bansos dilakukan melalui dua jalur yakni perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara) dan PT Pos Indonesia.
Untuk triwulan kedua, Gus Ipul memastikan kualitas DTSEN semakin solid. Kemensos menargetkan penyaluran bansos periode April, Mei, dan Juni dapat dilakukan tepat waktu dan diterima oleh masyarakat yang memenuhi kriteria.
Dia juga mengingatkan penerima manfaat bansos agar menggunakan bantuan secara bijak sesuai peruntukannya. Selain itu, dia juga mendorong partisipasi dalam program pemberdayaan agar keluarga penerima manfaat dapat lebih mandiri.
"Kami mengajak secara bertahap mari kita juga ikut dalam program pemberdayaan sosial sehingga keluarga-keluarga penerima manfaat ke depan akan lebih mandiri sebagaimana harapan dari Bapak Presiden Prabowo Subianto," tutur Gus Ipul.
Sementara itu, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan pihaknya terus melakukan konsolidasi data untuk pemutakhiran DTSEN. Data tersebut nantinya akan menjadi acuan penyaluran bansos triwulan II.
"Tadi kami (juga) melakukan konsolidasi data untuk persiapan dari DTSEN yang harus kami serahkan di versi triwulan II 2026. Untuk kemudian nanti menjadi basis bagi Pak Mensos menyalurkan Bansos di triwulan kedua," tutup Amalia.
(akn/ega)





