Jakarta (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional (BNN) RI melakukan audiensi strategis dengan jajaran pimpinan Universitas Negeri Jakarta (UNJ), guna memperkuat kerja sama pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan pendidikan, Jakarta, Rabu (1/4).
Kepala BNN RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengatakan persentase paparan narkotika terhadap anak-anak di Indonesia saat ini cukup tinggi serta terdapat modus peredaran yang semakin beragam, seperti dalam bentuk permen dan makanan.
"Wujud narkotika saat ini sudah lebih berani, dikemas dalam bentuk permen dan makanan. Kami sangat concern terhadap anak-anak agar tidak menjadi korban,” kata Komjen Pol. Suyudi dalam kesempatan tersebut, seperti dikutip dari keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Ia menyebut transformasi program BNN kini lebih fokus pada perlindungan anak melalui program Ananda Bersinar (Anak Muda Indonesia Bersih Narkoba).
Maka dari itu, dirinya memberikan apresiasi tinggi kepada UNJ, khususnya program studi Bimbingan dan Konseling di Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP).
Program studi tersebut telah menjadi mitra strategis BNN dan Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Urusan Narkoba dan Kejahatan (UNODC) sejak tahun 2019 dalam mengadaptasi program ketahanan keluarga anti narkotika.
Sementara itu, Rektor UNJ Prof. Komarudin menyambut hangat kunjungan tersebut dan menegaskan komitmen kampus dalam mendukung berbagai program BNN.
Menurutnya, UNJ, sebagai lembaga pendidikan, memiliki fokus khusus dalam mengelola pendidikan, baik di tingkat universitas maupun melalui sekolah-sekolah di bawah naungan Labschool.
“Kami sangat mendukung upaya-upaya yang dilakukan oleh BNN, baik itu melalui integrasi ke dalam kurikulum persekolahan maupun di pendidikan tinggi,” ujar Prof. Komarudin.
Ia menambahkan selama ini UNJ telah aktif melakukan mitigasi dan bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk menangani potensi kasus narkoba agar dapat tertangani dengan baik.
Pertemuan dihadiri Kepala BNN RI beserta jajaran pejabat tinggi BNN lainnya di Gedung Rektorat UNJ Rawamangun.
Kegiatan itu diharapkan menjadi momentum bagi kedua belah pihak untuk mengembangkan model-model kegiatan yang mempraktikkan upaya pencegahan secara langsung di lapangan.
Melalui kolaborasi, UNJ dan BNN sepakat untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih dari narkoba demi masa depan generasi muda Indonesia.
Baca juga: BNN kerahkan 1.818 fasilitator perkuat upaya pencegahan narkoba
Baca juga: RI tegaskan komitmen perkuat kerja sama internasional tangani narkoba
Kepala BNN RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengatakan persentase paparan narkotika terhadap anak-anak di Indonesia saat ini cukup tinggi serta terdapat modus peredaran yang semakin beragam, seperti dalam bentuk permen dan makanan.
"Wujud narkotika saat ini sudah lebih berani, dikemas dalam bentuk permen dan makanan. Kami sangat concern terhadap anak-anak agar tidak menjadi korban,” kata Komjen Pol. Suyudi dalam kesempatan tersebut, seperti dikutip dari keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Ia menyebut transformasi program BNN kini lebih fokus pada perlindungan anak melalui program Ananda Bersinar (Anak Muda Indonesia Bersih Narkoba).
Maka dari itu, dirinya memberikan apresiasi tinggi kepada UNJ, khususnya program studi Bimbingan dan Konseling di Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP).
Program studi tersebut telah menjadi mitra strategis BNN dan Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Urusan Narkoba dan Kejahatan (UNODC) sejak tahun 2019 dalam mengadaptasi program ketahanan keluarga anti narkotika.
Sementara itu, Rektor UNJ Prof. Komarudin menyambut hangat kunjungan tersebut dan menegaskan komitmen kampus dalam mendukung berbagai program BNN.
Menurutnya, UNJ, sebagai lembaga pendidikan, memiliki fokus khusus dalam mengelola pendidikan, baik di tingkat universitas maupun melalui sekolah-sekolah di bawah naungan Labschool.
“Kami sangat mendukung upaya-upaya yang dilakukan oleh BNN, baik itu melalui integrasi ke dalam kurikulum persekolahan maupun di pendidikan tinggi,” ujar Prof. Komarudin.
Ia menambahkan selama ini UNJ telah aktif melakukan mitigasi dan bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk menangani potensi kasus narkoba agar dapat tertangani dengan baik.
Pertemuan dihadiri Kepala BNN RI beserta jajaran pejabat tinggi BNN lainnya di Gedung Rektorat UNJ Rawamangun.
Kegiatan itu diharapkan menjadi momentum bagi kedua belah pihak untuk mengembangkan model-model kegiatan yang mempraktikkan upaya pencegahan secara langsung di lapangan.
Melalui kolaborasi, UNJ dan BNN sepakat untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih dari narkoba demi masa depan generasi muda Indonesia.
Baca juga: BNN kerahkan 1.818 fasilitator perkuat upaya pencegahan narkoba
Baca juga: RI tegaskan komitmen perkuat kerja sama internasional tangani narkoba





