JAKARTA, KOMPAS.TV - Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menyebut Israel bertanggung jawab atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi UNIFIL di Lebanon.
Pria yang akrab disapa JK itu menilai Israel memang terbiasa menyerang tanpa pandang bulu. Menurutnya, sudah menjadi watak Israel untuk menghantam siapa pun yang dinilai menghalangi.
"Semua orang tahu bahwa ini perbuatan Israel. Israel selalu tidak memandang kemanusiaan, tidak memandang perdamaian, siapa pun yang menghalangi akan dihajarnya," kata JK dalam siaran KompasTV, Rabu (1/4/2026).
Kendati demikian, JK menegaskan serangan Israel yang menewaskan tiga prajurit TNI tidak terkait dengan Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Baca Juga: Jusuf Kalla Dukung TNI Tetap Bertugas di Lebanon usai 3 Prajurit Gugur: Indonesia Bukan Penakut
Menurutnya, prajurit TNI yang gugur di Lebanon menjalankan tugas UNIFIL yang mendapatkan mandat resmi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sehingga tidak terkait dengan BoP yang mana Indonesia dan Israel menjadi anggota di dalamnya.
"Ini tidak ada urusannya dengan BoP. Ini sifat dari Israel memang begitu. Siapa pun yang menghalangi dihantamnya saja," kata Jusuf Kalla.
"Bagaimana coba di Gaza? Berapa ratus ribu? Berapa puluh ribu yang meninggal gara-gara Israel? Berapa ratus ribu yang terluka? Cara, wataknya (Israel) memang begitu."
Sebelumnya, Perwakilan Tetap RI untuk PBB Umar Hadi mendesak dilakukannya investigasi penuh dari PBB atas gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon.
Umar Hadi pun mendesak Dewan Keamanan menuntut pertanggungjawaban penuh dari pelaku penyerangan.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- prajurit tni gugur di lebanon
- prajurit tni gugur
- jusuf kalla
- serangan israel ke lebanon
- unifil





