Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kerusakan infrastruktur akibat gempa bumi di Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut) pada Kamis, 2 April 2026 pagi. Kerusakan itu terdapat di gedung olahraga hingga tempat ibadah.
"Berdasarkan laporan perkembangan kaji cepat di lapangan hingga pukul 08.00 WIB, kerusakan infrastruktur juga teridentifikasi yang meliputi satu unit tempat ibadah di Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate, serta dua unit rumah di Kelurahan Ganbesi, Kecamatan Ternate Selatan," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, dalam keterangan tertulis, Kamis, 2 April 2026.
Selain itu, Gedung Koni, lapangan olahraga Sario, Kota Manado, Sulawesi Utara runtuh sekitar pukul 05.48 WIB. Akibatnya, menewaskasn seorang wanita berusia 71 tahun yang merupakan penjual jajanan di sekitar lokasi. Korban langsung dievakuasi ke Rs Bhayangkara Polda Sulut.
Baca Juga :
BMKG Minta Warga Terdampak Gempa Sulut-Malut Cek Struktur BangunanTsunami di bawah 1 meter
Fenomena gempa bumi ini juga memicu tsunami dengan level ketinggian bervariasi di beberapa wilayah. Adapun level ketinggian tsunami di Halmahera Barat tercatat mencapai 0,3 meter, Bitung 0,2 meter, Sidangoli 0,35 meter, Minahasa Utara 0,75 meter, dan Belang 0,68 meter.
Gempa Bumi 7,6 SR runtuhkan bangunan di Manado. Foto: Tangkapan Layar.
Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menegaskan waktu tiba gelombang dapat berbeda dan gelombang pertama tidak selalu menjadi yang terbesar. Sehingga, masyarakat di wilayah pesisir diminta tetap waspada dan menjauhi area berisiko.
Hasil monitoring lanjutan BMKG, tercatat 11 aktivitas gempa susulan (aftershock) hingga pukul 06.50 WIB, dengan magnitudo terbesar mencapai 5.5. Dua gempa susulan signifikan terjadi pada pukul 06.07 WIB (M 5.5) dan pukul 06.12 WIB (M 5.2), yang tidak berpotensi tsunami.
BNPB mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara, untuk tetap tenang namun waspada, segera menjauhi pantai dan muara sungai, serta melakukan evakuasi ke tempat yang lebih tinggi apabila merasakan gempa kuat atau menerima peringatan resmi. Masyarakat diminta membantu kelompok rentan, menghindari bangunan yang mengalami kerusakan, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan hanya mengacu pada informasi resmi dari BMKG, BNPB, dan pemerintah daerah.
Pendataan masih terus dilakukan oleh pemerintah daerah dan instansi terkait dan informasi mengenai dampak gempa bumi ini akan diperbarui secara berkala. Meski sempat ada potensi tsunami, saat ini BMKG telah mencabut peringatan tersebut.




