Kabar gembira bagi jemaah umrah dan haji, rencana pembangunan bandara di Makkah telah disetujui. Bandara ini disiapkan untuk melayani jutaan jemaah.
Dengan adanya bandara di Makkah maka akan memangkas waktu perjalanan jemaah yang biasanya mendarat di Jeddah — salah satu wilayah di Region Makkah.
Soal persetujuan rencana bandara Makkah itu disampaikan CEO Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dan Situs Suci, Saleh Al-Rasheed, dalam sebuah wawancara dengan Harvard Business Review, sebagaimana dikutip dari Saudi Gazette, Kamis (2/4).
Selain bandara, di Makkah juga akan dibangun sistem transportasi metro.
Saleh Al-Rasheed mengatakan bahwa persetujuan telah diperoleh untuk arah investasi strategis dan ekonomi guna mengembangkan Bandara Makkah sesuai standar global, yang ditujukan untuk melayani jutaan jemaah/peziarah.
Ia menambahkan bahwa Komisi akan bekerja sama dengan sektor swasta untuk mengembangkan model investasi yang sesuai tanpa mempengaruhi kelayakan bandara di kota-kota tetangga.
Belum ada rincian lebih lanjut tentang rencana bandara itu.
Kurangi Kepadatan di Bandara JeddahSelama ini, jemaah umrah dan haji dari luar negeri mendarat di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah, 90 km dari Makkah. Bandara di kota bisnis tersebut memiliki terminal haji yang luas, selain terminal non-haji. Setiba di Jeddah, jemaah bisa naik bus, mobil, atau kereta cepat ke Makkah.
Bandara baru di Makkah nantinya akan mengurangi kepadatan di Bandara Jeddah dan memangkas perjalanan jemaah menuju Kota Suci.
Selain di Jeddah, selama ini jemaah juga biasa mendarat di Bandara Madinah—450 km dari Makkah.




