Politikus PDI-P Apresiasi Harga BBM Tak Naik, Ingatkan Pemerintah Konsisten

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam mengapresiasi keputusan pemerintah yang tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah lonjakan harga minyak mentah dunia.

Namun, Politikus PDI-P itu mengingatkan agar pemerintah konsisten dan tidak memberi harapan palsu atau kerap disebut “PHP” kepada masyarakat soal tidak adanya kenaikan BBM.

“Kita apresiasi karena harga BBM tidak dinaikkan, termasuk juga langkah Pemerintah yang memastikan stok BBM tetap aman meski sebelumnya disampaikan Pak Bahlil, stok BBM hanya tinggal untuk 20 hari,” kata Mufti Anam, kepada wartawan, Kamis (2/6/2026).

“Langkah yang baik ini perlu dibarengi dengan konsistensi. Kita berharap agar Pemerintah jangan PHP ke rakyat soal harga BBM ini. Karena seringnya begitu ya, kita dikasih angin segar, tiba-tiba Pertamina diam-diam naikkan harga BBM,” sambungnya.

Baca juga: Andre Rosiade: BBM Tak Naik Jadi Bukti Prabowo Siap Hadapi Dinamika Global

Mufti mengakui bahwa keputusan tersebut adalah langkah berani di tengah tekanan kondisi global akibat konflik di Timur Tengah, yang berdampak pada perekonomian berbagai negara.

Dia pun menyambut baik upaya pemerintah dalam menjaga ketersediaan energi dalam negeri.

Menurut dia, jika stok BBM benar dalam kondisi aman, hal itu menunjukkan kinerja yang baik.

“Ini sebuah terobosan di saat negara lain menaikkan harga BBM, Pemerintahan Pak Prabowo mengambil sikap berbeda, sebuah langkah berani. Dan kalau ternyata stok betul aman, tentu itu adalah sesuatu yang bagus. Yang menurut saya ini berkat kinerja baik Pemerintah, terutama Pertamina,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa PT Pertamina (Persero) belum akan melakukan penyesuaian harga BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi.

Baca juga: Seskab Teddy Sebut Kebijakan WFH ASN hingga Hemat BBM Bersifat Dinamis

“Oleh karena itulah, Pertamina menyatakan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM nonsubsidi,” ujar Prasetyo dalam keterangannya, Selasa (31/3/2026).

Dengan demikian, tidak akan terjadi kenaikan harga BBM per 1 April 2026.

Pemerintah juga meminta masyarakat tidak panik karena ketersediaan BBM dalam negeri dipastikan aman.

“Kami berharap dengan pernyataan ini masyarakat dapat mendapatkan informasi yang lebih jelas, yang lebih akurat dan kami berharap masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu resah karena ketersediaan BBM kami jamin. Kita jamin,” kata Prasetyo.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dia kembali menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat.

“Dan harga tidak terjadi penyesuaian,” tegasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Meta-YouTube Tak Hadiri Panggilan Komdigi soal PP TUNAS, Bakal Dipanggil Lagi
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Seskab Teddy: Kunjungan Prabowo ke Jepang dan Korsel Hasilkan Komitmen Bisnis Rp 575 Triliun
• 4 jam laluliputan6.com
thumb
Evaluasi Haji 2026: Masalah Berubah Tiap Tahun, Kemenhaj Siapkan Mitigasi | HAJI OUTLOOK
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Gempa Bitung, BMKG Keluarkan 4 Kali Peringatan Dini Tsunami
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Surat Terbuka Presiden Iran untuk Rakyat Amerika Serikat
• 9 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.