Korban Tewas Ditemukan Tertimpa Reruntuhan Gedung KONI Usai Gempa M7,6 di Kota Bitung, Picu Tsunami Kecil

disway.id
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Seorang warga ditemukan tewas akibat tertimpa reruntuhan Gedung Koni, lapangan olah raga Sario, Kota Manado, Sulawesi Utara, setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 di Kota Bitung pada Kamis, 2 April 2026 sekira pukul 05.48 WIB.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan bahwa korban tewas tersebut telah dievakuasi oleh tim SAR gabungan bersama masyarakat sekitar.

Berdasarkan laporan perkembangan kaji cepat di lapangan, kerusakan infrastruktur juga teridentifikasi yang meliputi satu unit tempat ibadah di Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate, serta dua unit rumah di Kelurahan Ganbesi, Kecamatan Ternate Selatan.

BACA JUGA:Gempa Bumi Sulawesi Utara dan Maluku Utara, 7 Wilayah Berpotensi Siaga Tsunami!

Guncangan gempa bumi yang dirasakan sangat kuat di wilayah Kota Bitung dan Kota Ternate dengan durasi sekitar 10 hingga 20 detik, telah menimbulkan kepanikan masyarakat sehingga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

"Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan dinas terkait berbagai daerah saat ini terus melakukan monitoring, asesmen, serta koordinasi penanganan darurat," kata Abdul Muhari dalam keterangannya.

BACA JUGA:Gempa Bumi M7,6 Guncang Bitung Sulut, BMKG: Berpotensi Tsunami!

Picu Tsunami di Bawah 1 Meter

Fenomena gempa bumi ini juga telah memicu terjadinya tsunami dengan level ketinggian bervariasi di beberapa wilayah.

Adapun level ketinggian tsunami di Halmahera Barat tercatat mencapai 0,3 meter, Bitung 0,2 meter, Sidangoli 0,35 meter, Minahasa Utara 0,75 meter, dan Belang 0,68 meter.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa waktu tiba gelombang dapat berbeda dan gelombang pertama tidak selalu menjadi yang terbesar.

BACA JUGA:Gempa Dahsyat M7,3 Guncang Vanuatu Pasifik Selatan, Tidak Ada Potensi Tsunami

Atas dasar itu, masyarakat di wilayah pesisir diminta tetap waspada dan menjauhi area berisiko.

Hasil monitoring lanjutan BMKG, tercatat 11 aktivitas gempa susulan (aftershock) hingga pukul 06.50 WIB, dengan magnitudo terbesar mencapai 5.5.

"Dua gempa susulan signifikan terjadi pada pukul 06.07 WIB (M 5.5) dan pukul 06.12 WIB (M 5.2), yang tidak berpotensi tsunami," ujarnya.

BACA JUGA:Gempa M 6,4 Guncang Jepang Malam Ini, BMKG Ungkap Tidak Berpotensi Tsunami di Indonesia

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prakiraan Cuaca Jabodetabek Hari Ini 2 April 2026: Didominasi Hujan Ringan Hingga Berawan Tebal
• 12 jam laluliputan6.com
thumb
Wapres Gibran Dorong PBB Investigasi Menyeluruh Gugurnya Pasukan Perdamaian RI
• 13 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Dikabarkan Banyak Penyimpangan, Aktivis Desak APH Telisik Penggunaan Dana Bos SMKN 1 Galesong
• 2 jam laluharianfajar
thumb
Prabowo Tiba di Jakarta, Bawa Komitmen Rp380 Triliun dari Jepang-Korsel
• 14 jam lalumediaindonesia.com
thumb
BMKG: Peringatan Dini Tsunami Pasca Gempa M 7,6 di Sulut dan Malut
• 13 jam lalucelebesmedia.id
Berhasil disimpan.