Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Mata uang Garuda menguat tipis di tengah keperkasaan dolar AS pasca pidato Donald Trump
Nilai tukar rupiah menunjukkan resiliensi pada pembukaan perdagangan Kamis, 2 April 2026. Mata uang Garuda berhasil bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS), meskipun indeks dolar global tengah merangkak naik pasca pidato Presiden AS Donald Trump.
Berdasarkan data Refinitiv, rupiah membuka perdagangan di zona hijau dengan apresiasi tipis 0,03% ke level Rp16.970/US. Performa positif ini melanjutkan tren penguatan dari penutupan perdagangan Rabu, 1 April 2026, dimana rupiah juga naik 0,09.
Dolar AS Menguat Secara Global
Penguatan rupiah ini tergolong menarik lantaran terjadi di tengah tren penguatan indeks dolar AS (DXY). Per pukul 09.00 WIB, DXY yang melacak kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia terpantau naik 0,22% ke level 99,891.
Sentimen penguatan dolar AS ini dipicu oleh respon pasar terhadap pidato Presiden Donald Trump yang memberikan arah baru bagi kebijakan ekonomi negara tersebut.
Mata Uang Asia Terkapar
Berbeda dengan rupiah, mayoritas mata uang di kawasan Asia justru terpantau loyo menghadapi keperkasaan dolar AS pada pagi ini. Yen Jepang tercatat memimpin pelemahan dengan depresiasi sebesar 0,30%, disusul oleh Won Korea yang anjlok signifikan sebesar 0,51%.
Tren pelemahan juga diikuti oleh Yuan China yang terkoreksi 0,13% dan Baht Thailand yang menyusut 0,37% terhadap dolar AS.
Editor: Redaksi TVRINews




