Presiden Iran Tulis Surat Terbuka untuk Warga AS, Apa Isinya?

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

VIVA –Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menulis dalam surat terbuka yang dirilis Rabu bahwa Israel berencana melawan Iran hingga tentara Amerika terakhir dan dolar pajak terakhir warga Amerika.

Surat Pezeshkian yang ditujukan kepada rakyat Amerika dan diterbitkan di PressTV, menyebut bahwa masyarakat Amerika telah disuguhi citra Iran yang dibentuk oleh ‘mesin disinformasi’ dan bahwa menggambarkan Iran sebagai ancaman tidak sesuai dengan kenyataan sejarah maupun fakta yang terlihat saat ini.

Baca Juga :
Mantan Menlu Iran Ditarget dalam Serangan AS‑Israel, Istri Tewas
Pentagon Tawarkan Rencana Mengambil Uranium yang Diperkaya Iran ke Trump

“Iran tidak pernah memulai perang. Namun, negara ini selalu dengan tegas dan berani menangkis serangan yang ditujukan kepadanya. Rakyat Iran tidak memendam permusuhan terhadap negara lain, termasuk rakyat Amerika, Eropa, atau negara tetangga,” tulisnya dikutip dari laman Middle East Eye, Kamis 2 April 2026.

Pezeshkian Menyoroti Sejarah Hubungan AS-Iran

Surat Pezeshkian tampak sebagai upaya menyampaikan pandangan Teheran kepada rakyat Amerika sebelum pidato Trump. Ia menjabarkan sejarah hubungan AS-Iran yang tidak bermusuhan sejak awal dan kemudian rusak karena kudeta yang didalangi AS-Inggris terhadap pemimpin nasionalis terpilih Iran, Mohammad Mosaddegh, pada 1953.

“Kecurigaan ini makin dalam karena dukungan Amerika terhadap rezim Shah, dukungan terhadap Saddam Hussein selama perang yang dipaksakan pada 1980-an, sanksi paling panjang dan komprehensif dalam sejarah modern, serta agresi militer yang tidak provokatif dua kali, saat negosiasi sedang berlangsung,” tulisnya.

Sejarah hubungan AS-Iran jarang dibahas di media AS terkait perang, tetapi semakin banyak dibicarakan di podcast pro-kiri maupun oleh podcaster sayap kanan seperti Tucker Carlson.

Pezeshkian juga mencoba menyoroti ketidakpopuleran perang ini di publik Amerika.

“Kepentingan rakyat Amerika mana yang benar-benar dilayani oleh perang ini?  Bukankah juga fakta bahwa Amerika masuk ke agresi ini sebagai proxy untuk Israel, dipengaruhi dan dimanipulasi oleh rezim tersebut?” tambahnya.

 Menurutnya, Israel ingin mengalihkan perhatian dari kejahatannya terhadap rakyat Palestina, merujuk pada apa yang disebut PBB dan puluhan pemimpin dunia sebagai genosida di Gaza. Lebih dari 72.000 warga Palestina tewas dalam perang Israel di kawasan itu sejak Oktober 2023.

“Bukankah jelas bahwa Israel kini ingin melawan Iran hingga tentara Amerika terakhir dan dolar pajak terakhir warga Amerika?” tulisnya.

Baca Juga :
AS-Israel Serang Dua Dermaga di Selat Hormuz
Trump Klaim AS Tak Pernah Impor Minyak dari Selat Hormuz dan Tak Membutuhkannya
Tak Mau Disalahkan, Trump Tuding Iran Dalang Lonjakan Harga Minyak Dunia

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Australia Batasi Penayangan Iklan Judi untuk Pengguna di Bawah Usia 18 Tahun
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Gempa M 7,6 Guncang Sulut, Gelombang Tsunami Terdeteksi di 5 Wilayah
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Hasil Pertandingan Irak Vs Timnas Indonesia sebelum Lolos Piala Dunia 2026
• 23 jam laluviva.co.id
thumb
Tiga Prajurit TNI Gugur di Libanon, Gibran Sampaikan Duka Cita
• 19 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Houthi Klaim Serangan Rudal Balistik Targetkan Lokasi Sensitif di Israel Selatan
• 23 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.