VIVA – Insiden kecelakaan pesawat tempur AS kembali terjadi di tengah perang Iran berkecamuk. Sebuah jet tempur silumanF-35A Lightning II Angkatan Udara AS dari Pangkalan Angkatan Udara Nellis, Nevada, jatuh di kompleks pelatihan yang luas di sekitar pangkalan tersebut. Pilot mengalami cedera ringan dan sedang dirawat setelah melontarkan diri dari pesawat.
Pejabat Angkatan Udara AS mengkonfirmasi bahwa seorang pilot terluka setelah jet tempur F-35 jatuh pada hari Selasa, 31 Maret 2026, di utara Las Vegas.
Kantor humas Wing ke-57 Pangkalan Angkatan Udara Nellis mengatakanbahwa pesawat tersebut jatuh sekitar 25 mil timur laut Indian Springs, Nevada, di dalam wilayah udara terkontrol dan properti federal terbatas dari Nevada Test & Training Range.
Wing ke-57, yang mengawasi instalasi utama USAF di dekat Las Vegas, mengatakan insiden itu menggambarkan Nevada Test and Training Range (NTTR) merupakan sebuah kompleks besar wilayah udara terbatas yang mencakup sekitar 5.000 mil persegi dan lebih dari 2,9 juta hektar lahan.
NTTR menyediakan ancaman simulasi, jangkauan senjata, dan wilayah udara bagi pesawat untuk mengasah taktik dan mendukung latihan besar seperti Red Flag.
Menurut seorang pejabat Angkatan Udara, pesawat tersebut ditugaskan secara permanen ke Nellis, yang sering menjadi tuan rumah pesawat tamu tetapi memiliki armada F-35 sendiri.
Insiden tersebut tampaknya terbatas pada properti pemerintah AS, dengan tidak ada cedera lain yang dilaporkan selain pilot, menurut pernyataan dari wing tersebut.
"Petugas tanggap darurat berada di lokasi kejadian dan tidak ada dampak pada daerah berpenduduk," tambah Wing ke-57. "Pilot selamat dan sedang dirawat karena cedera ringan. Keselamatan personel kami dan masyarakat tetap menjadi prioritas utama kami."
Para pejabat Angkatan Udara tidak segera memberikan penyebab kecelakaan tersebut. Hingga kini, penyebab kecelakaan jet tempur paling canggih milik Angkatan Udara AS itu belum disampaikan ke publik.





