BI Tegal Sabet Penghargaan, Lahan Eks Rob Pekalongan Disulap Jadi Produktif

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Redaksi TVRINews

TVRINews, Pekalongan

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal memperoleh penghargaan sebagai kolaborator terbaik dalam program optimalisasi lahan eks rob di Kota Pekalongan. Penghargaan tersebut diberikan dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-120 Kota Pekalongan.

Pengakuan ini diberikan atas keberhasilan kerja sama antara Bank Indonesia dan Pemerintah Kota Pekalongan dalam mengubah lahan terdampak rob yang sebelumnya terbengkalai menjadi kawasan pertanian produktif.

Wilayah pesisir seperti Degayu diketahui sempat terendam banjir rob selama bertahun-tahun, sehingga tidak dapat dimanfaatkan. Namun setelah dilakukan berbagai upaya pemulihan, lahan yang kembali muncul kini mampu dimanfaatkan sebagai area pertanian dengan hasil yang menjanjikan.

Dalam pengembangannya, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional untuk menghadirkan inovasi melalui varietas padi Biosalin. Varietas ini dirancang agar mampu tumbuh di tanah dengan kadar garam tinggi, yang umumnya menjadi kendala utama pada lahan eks rob.

Produktivitas yang dihasilkan pun cukup tinggi. Dalam satu hektare lahan, panen padi dapat mencapai 4 hingga 6 ton gabah dalam satu kali musim tanam.

Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Bimala, mengungkapkan bahwa penghargaan ini menjadi dorongan untuk memperluas pengembangan program ke depan.

“Alhamdulillah, hari ini Bank Indonesia Tegal memperoleh penghargaan sebagai best collaborator untuk optimalisasi lahan eks-rob. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus melanjutkan program ini, termasuk menjadikan Biosalin sebagai pusat pembenihan di Kota Pekalongan.” tutur Bimala.

Keberhasilan tersebut dinilai cukup istimewa, mengingat lahan eks rob biasanya memerlukan beberapa kali percobaan sebelum dapat menghasilkan panen optimal.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Pekalongan, Nur Priyantomo, menyebut kolaborasi ini sebagai langkah strategis dalam menghidupkan kembali potensi wilayah pesisir yang sempat terabaikan.

“Tanah yang selama ini terendam rob, setelah muncul kembali kalau tidak dimanfaatkan sangat disayangkan. Dengan kolaborasi bersama BI, sekarang bisa menjadi lahan produktif. Ini seperti menemukan permata yang hilang.” terang Sekda.

Pemerintah daerah mencatat masih terdapat sekitar 90 hektare lahan eks rob yang berpotensi dikembangkan. Ke depan, sinergi ini diharapkan terus berlanjut untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung stabilitas harga di wilayah pesisir.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mensos Dorong OKU Timur dan Sambas Bangun Sekolah Rakyat
• 1 jam lalutvrinews.com
thumb
Prabowo Apresiasi Sambutan Presiden Korea Selatan: Sebagai Eks Prajurit, Saya Terhormat
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
BPS DKI Ungkap Inflasi Jakarta Cenderung Tinggi Setiap Momen Lebaran
• 16 jam lalupantau.com
thumb
PGN Sukses Gelar Bengkel Siaga CNG di Jalur Mudik Lebaran 2026
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Komisi III DPR Soroti Masalah di Pendidikan Polri, Dukung Usul Anggaran Rp 14 T
• 1 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.