Pakar Tiongkok : Kemenangan Militer AS Picu Pembersihan di PKT, Pakar Industri Militer Meninggal Dunia Secara Misterius

erabaru.net
6 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Direktur Pusat Tiongkok di Hudson Institute, Yu Maochun, menulis sebuah analisis yang mengungkap kelemahan sistem PKT. Ia menyatakan bahwa kemenangan militer Amerika Serikat baru-baru ini menyoroti ketidakmampuan persenjataan PKT, yang kemudian memicu pembersihan terhadap puluhan pakar industri militer, di mana sebagian di antaranya meninggal secara misterius.

Pada 30 Maret, Yu Maochun menerbitkan artikel di The Washington Times berjudul “Guncangan dan Pembersihan: Bagaimana Keunggulan Militer Amerika Menghancurkan Mesin Perang PKT”.

Artikel tersebut menyebutkan bahwa sejak Perang Teluk hingga konflik terbaru yang melibatkan Iran dan Venezuela, keunggulan militer Amerika yang sangat dominan terus-menerus mengungkap kelemahan sistemik dalam industri militer PKT. Hal ini memaksa mereka menghadapi siklus modernisasi yang tergesa-gesa, krisis internal, dan pembersihan politik.

Baru-baru ini, jaringan pertahanan udara, sistem radar, dan platform rudal buatan Tiongkok yang digunakan di Venezuela dan Iran menunjukkan efektivitas yang terbatas bahkan tidak berfungsi ketika menghadapi kemampuan siluman dan perang elektronik canggih milik Amerika Serikat. Hal ini tidak hanya merusak kredibilitas peralatan PKT, tetapi juga memperlihatkan kesenjangan besar antara propaganda dan kemampuan nyata mereka. Respons para pengambil keputusan PKT adalah melakukan pembersihan besar-besaran di kalangan pimpinan militer dan sistem penelitian pertahanan.

Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah pakar industri militer PKT yang terkait dengan proyek-proyek besar seperti pembangunan kapal induk, desain pesawat tempur canggih, sistem radar, rudal pertahanan udara, dan senjata strategis dilaporkan menghilang dari publik atau dicopot dari jabatan. Kasus serupa disebut terjadi puluhan kali. Pekan lalu, mantan ketua Aviation Industry Corporation of China (AVIC), Tan Ruisong, bahkan dijatuhi hukuman mati dengan penangguhan.

Selain itu, beberapa pakar top juga dilaporkan meninggal secara misterius, termasuk dua ahli senjata hipersonik—Fang Daining (68 tahun) dan Yan Hong (57 tahun). Penyebab kematian mereka tidak diketahui, sehingga memicu spekulasi dari berbagai pihak.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa sistem PKT tidak mampu mengakui kegagalan secara terbuka. Setiap kali kelemahan terungkap, responsnya bukan reformasi sistem, melainkan menyalahkan individu. Hal ini menciptakan siklus di mana pembersihan politik menggantikan perbaikan teknis. Akibatnya, kemampuan mereka untuk belajar dan berkembang semakin melemah, sehingga kesenjangan teknologi dengan Amerika Serikat semakin melebar.

Artikel tersebut juga menyebut bahwa hampir setiap lompatan besar dalam kekuatan militer PKT dipicu oleh “kejutan” dari demonstrasi keunggulan militer Amerika. Pola ini mencerminkan adanya kelemahan struktural yang lebih dalam dalam sistem PKT.

Yu Maochun merangkum empat kelemahan utama sistem tersebut:

  1. Sulit menghasilkan inovasi sejati, sangat bergantung pada rekayasa balik dan pencurian teknologi asing.
  2. Meski memperoleh desain, sering gagal mencapai presisi teknik dan stabilitas material yang dibutuhkan.
  3. Integrasi militer-sipil yang seharusnya mempercepat perkembangan justru memicu korupsi dan inefisiensi.
  4. Sistem politik berbasis propaganda berlebihan mendorong penipuan diri sendiri dan menutupi cacat sistem senjata.

Artikel itu menyimpulkan bahwa selama kondisi ini terus berlanjut, setiap demonstrasi keunggulan militer Amerika tidak hanya menjadi tantangan eksternal bagi PKT, tetapi juga akan mengguncang stabilitas internalnya dan memperdalam kesenjangan yang ingin mereka kejar.

Penyunting: Chen Zhenjin – NTDTV


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gempa Magnitudo 7,6 Guncang Sulut, Gedung KONI Manado Runtuh
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
IHSG Ditutup Ceria di Level 7.184, Saham BUMI, DEWA dan BBRI Diburu Investor
• 19 jam lalukatadata.co.id
thumb
Sinopsis ISTIQOMAH CINTA SCTV Episode 53, Hari Ini Rabu 2 April 2026: Khansa Rela Dihajar Demi Bongkar DJ Dody
• 3 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Jadwal Lengkap Super League Pekan ke-26: Arema FC vs Malut United Jadi Pembuka
• 3 jam lalumedcom.id
thumb
Kemkomdigi Kirimkan Surat Panggilan Kedua untuk Meta dan Google
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.