Grid.ID - Aktris sekaligus model, Asha Shara mengungkap perjalanan hidupnya hingga akhirnya mantap berhijab dan mengubah penampilannya. Keputusan tersebut ternyata tidak datang secara tiba-tiba, melainkan melalui proses yang cukup panjang dan penuh makna.
Asha mengaku perubahan besar dalam hidupnya mulai terjadi beberapa tahun lalu. Momen itu hadir setelah dirinya mengalami perpisahan yang justru membawa banyak pelajaran berharga.
“Penampilan berubah udah 4 tahun kali ya, setelah perpisahan itu, perpisahan membawa hikmah," ujarnya dikutip dari FYP pada Kamis (2/4/2026).
Sejak saat itu, Asha mulai menjalani pencarian jati diri yang lebih dalam. Ia merasa ada banyak hal dalam hidupnya yang ingin ia pahami, termasuk soal arah hidup dan kedekatannya dengan agama.
“Jadi aku kan para pencari Tuhan nih, ya kan aku nyari gimana sih jati diriku gitu. Terus akhirnya ada satu momen Kak Jihan Fahira ngundang ada Ustaz Abdul Somad," katanya.
Asha mengatakan bahwa dirinya memang sudah cukup lama menyukai cara berdakwah Ustaz Abdul Somad. Menurutnya, ceramah sang ustaz terasa ringan, mudah dipahami, dan nyaman didengar.
“Aku tuh suka sama UAS (Ustaz Abdul Somad) kan. Maksudnya ngeliatkan tuh kayaknya ceramahnya tuh easy listening banget di kuping tuh," ucapnya.
Dari sana, wanita berusia 38 tahun ini pun memutuskan untuk datang ke sebuah kajian privat yang saat itu dihadiri Ustaz Abdul Somad. Kala itu, ia mengaku masih belum mengenakan jilbab saat menghadiri acara tersebut.
“Kan private, aku datang lah masih belum pakai jilbab. Dia lagi cerita ngebahas kalau orang tua nih di alam barzah akan dipertanyakan nih kepada anak-anak perempuannya. Dan bapakku baru meninggal saat itu," tuturnya.
Ucapan tersebut rupanya langsung membuat Asha tersentuh. Apalagi, saat itu ia masih berada dalam suasana duka setelah sang ayah meninggal dunia.
Awalnya, Asha sempat berpikir bahwa dirinya sudah tidak lagi berkaitan secara langsung karena telah menikah. Namun, penjelasan yang ia dengar saat itu justru membuka sudut pandang baru yang membuatnya banyak merenung.
“Aku diem aja, kirain kan enggak nyambung, maksudnya aku udah nikah berarti udah nasabnya enggak nyambung, azab-azabnya enggak dapat lah. Ternyata masih, dan dijabarin lah, azab kuburnya, terus pertangungjawaban punya anak perempuan," ungkapnya.
Dari situlah Asha mulai memikirkan kembali bagaimana kehidupannya selama ini. Ia merasa tersentuh membayangkan bahwa orang tua tetap memiliki keterkaitan besar dengan perilaku anak perempuannya.
“Wah aku mikir, kasian juga ya bapak gue. Pikiran aku udah hidup ngurusin aku capek, meninggal dipertanyakan kelakuan aku pula kan repot juga," katanya.
Perasaan sayang kepada sang ayah kemudian menjadi salah satu alasan terbesar yang mendorong Asha untuk berubah. Ia ingin memberikan sesuatu yang terbaik untuk almarhum melalui langkah hidup yang lebih baik dan lebih dekat dengan agama.
“Jadi aku persembahkan untuk almarhum, karena aku sayang banget. Aku rasa apa yang bisa aku lakukan untuk dia. Terus kata Ustaz hanya anak saleh dan salehah yang nyambung doanya. Ya udah aku mau jadi salehah aja," tutupnya. (*)
Artikel Asli




