Survei 3 Lembaga: 83,1 Persen Masyarakat RI Tolak Serangan AS-Israel ke Iran

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

 JAKARTA, KOMPAS.com - Survei menunjukkan bahwa sebanyak 83,1 persen masyarakat Indonesia menyatakan tidak setuju atau sangat tidak setuju dengan serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Hal itu terlihat dari hasil survei tiga lembaga, yakni Indikator Politik Indonesia, Lembaga Survei Indonesia (LSI), dan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), yang dirilis pada Kamis (2/4/2026).

Baca juga: Survei LSI, Indikator, SMRC: 50,9 Persen Responden Tak Setuju Indonesia Masuk BoP

Berdasarkan grafik, sebanyak 60,1 persen responden menyatakan tidak setuju dan 23,0 persen sangat tidak setuju.

Sementara itu, hanya 4,9 persen yang menyatakan setuju atau sangat setuju, dengan rincian 4,7 persen setuju dan 0,2 persen sangat setuju.

Adapun 7,4 persen responden berada di posisi antara setuju dan tidak setuju, serta 4,5 persen tidak menjawab.

Baca juga: Survei Pew Research 2025: Indonesia Masuk Daftar Warga Paling Bermoral di Dunia

Survei yang sama juga mengukur keinginan masyarakat untuk meyakinkan orang lain bahwa Amerika Serikat dan Israel berada di pihak yang benar dalam konflik tersebut.

Hasilnya, mayoritas responden menunjukkan sikap penolakan.

Sebanyak 68,8 persen responden menyatakan tidak ingin atau sangat tidak ingin meyakinkan orang lain terkait posisi AS dan Israel.

Rinciannya, 47,7 persen tidak ingin dan 21,1 persen sangat tidak ingin.

Sementara itu, hanya 13,7 persen yang menyatakan ingin atau sangat ingin melakukan hal tersebut.

Selain itu, 10,1 persen responden berada di posisi tengah, yakni antara ingin dan tidak ingin, serta 7,4 persen tidak memberikan jawaban.

Baca juga: Dosa Sejarah Amerika Berulang, Kekeliruan Trump di Perang Iran

Metodologi survei

Adapun survei ini menyasar warga negara Indonesia berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah yang memiliki telepon seluler, yang diperkirakan mencakup sekitar 80 persen populasi nasional.

Kelompok pemilik telepon seluler dinilai lebih terpapar informasi terkait perang karena memiliki akses ke berbagai sumber berita, baik melalui internet maupun media lainnya.

Oleh karena itu, populasi ini dianggap valid sebagai sasaran survei.


Untuk menjaga keterwakilan opini publik nasional, data sampel yang diperoleh kemudian dibobotkan sesuai dengan karakteristik populasi Indonesia berusia 17 tahun ke atas.

Survei dilaksanakan pada 12–31 Maret 2026 dengan jumlah sampel sebanyak 1.066 responden.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Jumlah tersebut memiliki margin of error sekitar ±6 persen pada tingkat kepercayaan dua kali margin of error.

Survei ini merupakan hasil kerja sama dan didanai oleh Lembaga Survei Indonesia, Indikator Politik Indonesia, dan Saiful Mujani Research & Consulting.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lewat Program Desa BRILiaN, Desa Pajambon di Kuningan Jadi Contoh Transformasi Ekonomi Desa Berbasis Potensi Lokal
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Jadwal Salat dan Buka Puasa Makassar 2 April 2026
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kebijakan WFH, Pemprov Jateng Mulai Siapkan Skema Efisiensi Energi
• 12 jam lalubisnis.com
thumb
Lezat dan Praktis, Ini 5 Ide Menu Makanan untuk Turunkan Berat Badan
• 15 jam lalubeautynesia.id
thumb
Persiapan Haji 2026 Nyaris Rampung, DPR Minta Antisipasi Risiko | HAJI OUTLOOK
• 18 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.