VIVA –Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali memberikan ketarangan resmi terbaru terkait perang Iran. Dalam keterangannya di Gedung Putih, Rabu waktu setempat, Trump mengungkap bahwa AS sebenarnya sudah menang dan hanya butuh sedikit waktu lagi untuk ‘menyelesaikan semuanya’.
“Kami secara sistematis sedang melumpuhkan kemampuan rezim itu untuk mengancam Amerika atau memproyeksikan kekuatan ke luar perbatasan mereka,” ujar presiden AS tersebut seperti dikutip dari laman Al Jazeerah, Kamis 2 April 2026.
Trump kemudian merinci secara lebih konkret langkah-langkah militer yang menurutnya telah dilakukan oleh Amerika Serikat.
“Itu berarti menghancurkan angkatan laut Iran, yang sekarang benar-benar sudah lumpuh, melemahkan angkatan udara mereka dan program rudalnya hingga ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, serta memusnahkan basis industri pertahanan mereka,” kata dia.
Trump juga menegaskan bahwa kemampuan Iran untuk membalas serangan AS hampir sepenuhnya sudah hilang.
“Kemampuan mereka untuk meluncurkan rudal dan drone berkurang drastis, dan pabrik senjata serta peluncur roket mereka sedang dihancurkan dan hampir tidak ada yang tersisa,” kata Trump.
Namun, tak lama setelah Trump mengakhiri pernyataannya, Iran kembali meluncurkan serangan rudal ke Israel.
Pada saat yang sama, Bahrain mengeluarkan peringatan kepada warganya untuk segera menuju tempat aman terdekat menyusul ancaman serangan dari Iran. Sebelumnya, pada Rabu, Qatar menyatakan bahwa sebuah rudal jelajah yang ditembakkan dari Iran menghantam kapal gas alam cair (LNG) milik QatarEnergy di lepas pantai negara tersebut. Qatar juga menyebut militernya berhasil mencegat dua rudal jelajah Iran lainnya.
Meski begitu, dalam pernyataannya pada Rabu, Trump juga mengklaim bahwa AS telah mengubah sistem kekuasaan di Iran.
“Perubahan rezim bukan tujuan kami. Kami tidak pernah mengatakan perubahan rezim, tetapi perubahan rezim memang terjadi karena semua pemimpin awal mereka telah tewas. Mereka semua sudah tidak ada,” kata presiden AS tersebut.
Walaupun serangan gabungan AS-Israel memang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei serta sejumlah pejabat tinggi politik dan militer, tidak ada pembelotan besar dalam sistem pemerintahan Iran.





