BEKASI, DISWAY.ID– Insiden ledakan hebat di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) Jalan Cinyosng, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Kamis (2/4/2026), menyisakan duka mendalam bagi warga sekitar.
Kebakaran yang dipicu oleh kebocoran gas tersebut meluas hingga menghanguskan sedikitnya 14 bangunan di lingkungan padat penduduk tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi pasca-kejadian, kobaran si jago merah meratakan berbagai bangunan, mulai dari deretan ruko, tempat usaha warga, hingga rumah tinggal yang kini hanya menyisakan puing dan arang.
BACA JUGA:Nyaris Semua Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Tersangkut ‘Paspoortgate' di Belanda, Maarten Paes Aman
Saksi mata di lokasi kejadian menggambarkan suasana mencekam saat petaka itu bermula.
Abdul Muhi (36), salah satu warga setempat, menceritakan bahwa situasi mulai tidak terkendali ketika terdengar suara langkah kaki riuh dari para pegawai pabrik yang berlarian keluar menyelamatkan diri.
"Awalnya saya dengar keributan di dalam. Pegawai-pegawai itu panik berhamburan sambil teriak ada kebocoran gas," ujar Abdul saat ditemui di lokasi reruntuhan, Kamis siang.
Tak lama setelah peringatan dari para pegawai, aroma menyengat khas gas elpiji mulai menyeruak ke udara. Dalam hitungan menit, kepulan asap putih tebal keluar dari area pabrik dan menyelimuti jalanan di wilayah Kelurahan Cimuning.
"Kondisinya seperti kabut tebal, jalanan sudah tertutup gas. Bau gasnya sangat menyengat," tambahnya.
Menyadari bahaya besar mengintai, Abdul segera melakukan aksi tanggap darurat mandiri. Ia berlari menuju kediamannya untuk mengevakuasi ibunya dan berteriak memperingatkan tetangga agar segera meninggalkan rumah.
BACA JUGA:Pramono Batasi ASN yang WFH Jumat Maksimal 50 Persen, Petugas Lapangan Bekerja Normal
"Saya panggil semua warga, saya minta jangan ada yang di dalam rumah. Fokus saya hanya evakuasi keluarga dan orang-orang sekitar secepat mungkin," ungkapnya mengenang momen kepanikan tersebut.
Kini, warga yang terdampak hanya bisa meratapi sisa-sisa harta benda mereka yang ludes terbakar.
Masyarakat mendesak agar pihak pengelola SPBE bertanggung jawab penuh atas kerugian materiil yang dialami warga, mengingat lokasi fasilitas tersebut berada di tengah lingkungan pemukiman yang sangat padat.
"Harapannya tentu ada tanggung jawab nyata dari perusahaan, karena dampaknya sangat luas bagi kami di sini," pungkas Abdul.





