AS Respons Khotbah Paus Leo soal Tuhan Tolak Doa Pemimpin Suka Perang: Apa Salahnya Berdoa?

viva.co.id
20 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Gedung Putih membela doa yang dipanjatkan para pemimpin untuk pasukan AS yang terlibat dalam perang Iran -- setelah Paus Leo XIV memperingatkan bahwa Tuhan menolak doa pemimpin yang mengobarkan perang.

"Saya rasa tidak ada yang salah dengan para pemimpin militer kita atau dengan presiden yang menyerukan rakyat Amerika untuk berdoa bagi para prajurit kita dan mereka yang melayani negara kita di luar negeri," kata Sekretaris Pers Karoline Leavitt kepada wartawan menanggapi pertanyaan tentang komentar Paus dilansir National Post, Rabu, 1 April 2026. 

Baca Juga :
Kubu Pecah, Trump Mau Hentikan Perang, Netanyahu Ingin Terus Serang Iran
Warga Negara Iran Dilarang Transit dan Masuk Wilayah UEA

Dalam pidatonya saat memulai Pekan Suci Gereja Katolik dengan doa di Minggu Palma, Paus Leo menyinggung konflik di Timur Tengah yang telah berlangsung selama dua bulan, dan mengkritik pemimpin yang suka berperang, serta menyebut Tuhan mengabaikan doa para pemimpin yang melancarkan perang dan memiliki "tangan yang penuh darah".

"Yesus adalah Raja Damai, yang menolak perang, yang tidak dapat digunakan siapa pun untuk membenarkan perang," kata Paus Leo selama Misa Minggu Palma di Vatikan pada hari Minggu. "Ia tidak mendengarkan doa-doa mereka yang berperang, tetapi menolaknya."  

Leo XIV, Paus pertama yang lahir di AS, telah berulang kali mengutuk perang dan menyerukan dialog.

Namun, Leavitt dan anggota pemerintahan Trump lainnya berupaya menunjukkan iman Kristen mereka secara mencolok. Di awal konferensi pers, dia mengatakan timnya baru saja menyelesaikan "doa kecil yang lantang" sebelum pengarahan dimulai.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth juga menggunakan bahasa yang bernuansa keagamaan untuk menggambarkan konflik dengan Iran, dengan menyampaikan doa pekan lalu di Pentagon di mana ia berkata, "Semoga setiap peluru mengenai sasarannya melawan musuh-musuh kebenaran dan bangsa kita yang agung."

Menanggapi komentar Paus, Leavitt — yang beragama Katolik, bersama dengan Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio — mengatakan bahwa Amerika Serikat didirikan berdasarkan nilai-nilai Yudaisme-Kristen.

Para pemimpin dan pasukan telah berdoa "selama masa-masa paling bergejolak dalam sejarah bangsa kita, dan jika Anda berbicara dengan banyak anggota militer, mereka akan mengatakan bahwa mereka menghargai doa-doa tersebut," tambahnya. "Bahkan, saya pikir itu adalah hal yang sangat mulia untuk dilakukan."

Baca Juga :
Dubes Iran Sambangi Jokowi di Solo, Apa yang Dibahas?
Israel Bantah Serangan di Lebanon, Tuding Hizbullah Bertanggung Jawab, Simak Kronologi Serangan
IHSG Naik Nyaris 2 Persen saat Penutupan Hari Ini, Saham Bumi Resources Pimpin Kenaikan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bos Gekrafs Kawendra Respons Vonis Bebas Amsal Sitepu: Ini Kemenangan Bagi Pelaku Ekraf
• 2 jam laludisway.id
thumb
Lokasi Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi Dekat Perumahan BTR, Warga Panik Berhamburan
• 16 jam laludisway.id
thumb
Menhan Tinjau Pembangunan Batalyon di Seluma, Dorong Penguatan Pertahanan Daerah
• 15 jam lalutvrinews.com
thumb
Waspada, Child Grooming Bisa Berawal dari Game Online hingga Chat Pribadi
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
3 TNI Tewas Diserang Israel di Lebanon, SETARA: Ini Pelanggaran Serius Hukum Internasional
• 23 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.