TABLOIDBINTANG.COM - Memasuki awal April 2026, cuaca panas di Indonesia belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Bahkan, menurut laporan terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu tinggi kini tidak lagi terpusat di satu wilayah, melainkan mulai dirasakan merata di berbagai daerah.
Berdasarkan data periode 31 Maret 2026 pukul 07.00 WIB hingga 1 April 2026 pukul 07.00 WIB, suhu maksimum harian tercatat mencapai 35 derajat Celsius.
Angka tersebut menjadi indikator bahwa kondisi panas masih bertahan meski tidak setinggi beberapa pekan sebelumnya.
Suhu tertinggi tercatat di Stasiun Meteorologi Rendani, Manokwari, Papua Barat, dengan angka menyentuh 35,0°C. Tak hanya itu, sejumlah daerah lain juga mencatat suhu mendekati angka tersebut.
Di antaranya, Denpasar (34,8°C), Medan (34,6°C), Padang Pariaman (34,5°C), hingga Subang, Jawa Barat (34,4°C). Fakta ini menegaskan bahwa gelombang panas kini semakin meluas ke berbagai pulau di Indonesia.
Tak berhenti di situ, sejumlah wilayah lain juga mengalami suhu tinggi di kisaran 33 hingga 34 derajat Celsius. Mulai dari Mimika, Sumbawa, Kupang, Pontianak, Majalengka, hingga Padang, semuanya merasakan hawa panas yang cukup menyengat.
Jika dibandingkan dengan pertengahan Maret lalu, suhu ekstrem memang sempat lebih tinggi. BMKG mencatat suhu pernah mencapai 37,2°C di Tasikmalaya, 36,0°C di Medan, dan 35,9°C di Berau.
Namun kini, meski suhu maksimum sedikit menurun, panas justru terasa lebih luas dan merata. Hal ini menjadi tanda bahwa Indonesia tengah memasuki masa peralihan menuju musim kemarau 2026.
Perubahan ini dipengaruhi oleh berakhirnya fenomena La Niña lemah serta kondisi ENSO yang berada di fase netral.
Bahkan, ada potensi kemunculan El Niño pada pertengahan tahun yang bisa memperparah kondisi panas dan menekan curah hujan.
Situasi ini tentu tak bisa dianggap sepele. Suhu panas yang meluas berisiko memicu berbagai dampak, mulai dari dehidrasi, kelelahan akibat panas, gangguan kesehatan, hingga meningkatnya potensi kebakaran.
Sektor pertanian dan ketersediaan air pun berpotensi ikut terdampak jika kondisi ini terus berlangsung.
BMKG pun mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada. Beberapa langkah sederhana bisa dilakukan, seperti memperbanyak minum air putih, menghindari aktivitas di bawah terik matahari, serta menggunakan pelindung seperti topi atau payung saat beraktivitas di luar ruangan.
Selain itu, masyarakat juga disarankan rutin memantau informasi cuaca terbaru agar tetap siap menghadapi perubahan kondisi yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Meski suhu ekstrem tak lagi setinggi sebelumnya, panas yang kini terasa lebih merata menjadi sinyal kuat bahwa musim kemarau 2026 mulai menunjukkan tanda-tandanya.




