4 Prajurit TNI Masih Dirawat Seusai Serangan di Lebanon

jpnn.com
6 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - BANDUNG - Sebanyak empat prajurit TNI (Tentara Nasional Indonesia) yang menjadi korban luka akibat serangan yang terjadi di wilayah Adchit Al Qusayr, Lebanon, masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Wilayah Adchit Al Qusayr diketahui merupakan pos jaga pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

BACA JUGA: Pemerintah dan PBB Beri Penghargaan-Santunan untuk Prajurit TNI Gugur di Lebanon

"Sekarang ada empat orang yang di rumah sakit," kata Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI Mayjen Iwan Bambang Setiawan di rumah duka Kapten Zulmi sebagaimana dikutip Kamis (2/4).

Jenderal bintang dua itu mengatakan bahwa saat ini prajurit TNI yang terluka sudah dalam proses pemulihan dirawat di rumah sakit dan terus dalam pemantauan.

BACA JUGA: Prajurit TNI Gugur di Lebanon, JK: Indonesia Bukan Negara Penakut

"Kondisi, alhamdulillah kalau yang luka sekarang kondisinya sudah membaik. Ada beberapa yang dioperasi, juga sudah stabil kondisinya. Doakan saja mudah-mudahan di sana segera pulih," ungkapnya.

Mayjen Iwan juga mengabarkan situasi terkini soal rencana pemulangan jenazah prajurit yang gugur di Lebanon.

BACA JUGA: Menko Polkam Minta PBB Transparan Usut Serangan yang Menewaskan TNI di Lebanon

Iwan mengatakan bahwa ketiga jenazah, yakni Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan, rencananya dipulangkan ke Tanah Air pada Jumat (3/4).

"Jumat di pulangkan, ada tiga jenazah," ucapnya.

Lebih lanjut Mayjen Iwan mengatakan bahwa pihaknya juga masih menunggu hasil investigasi kematian prajurit TNI di Lebanon.

“Investigasi masih berjalan. Hasilnya sepengetahuan saya belum dirilis,” katanya. Dia mengaku belum bisa dipastikan apakah pelaku penyerangan berasal dari kubu Israel atau Hizbullah.

"Kalau melihat di lapangan itu ada proyektil artileri, kami belum bisa memastikan itu dari pihak Israel atau dari Hizbullah. Insiden kedua kami melihat kemungkinan besar karena di sana saat evakuasi kami temukan ranjau aktif. Jadi, kami belum memastikan dari pihak Hizbullah atau Israel," ungkapnya.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memastikan negara sedang mengurus pemulangan jenazah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan dua prajurit lainnya yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon Selatan. Proses pemulangan sedang berlangsung, jenazah akan langsung diterbangkan dari Lebanon ke Indonesia setelah prosesnya selesai.

"Akan segera kami urus pemulangan ke Indonesia. Sedang diurus," kata Agus saat ditemui di rumah duka Kapten Zulmi di Cipageran, Kota Cimahi, Rabu (1/4).

Selain Kapten Zulmi, dua prajurit lain yang gugur, yakni Praka Farizal Rhomadhon dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.

Dilaporkan juga beberapa prajurit lainnya mengalami luka-luka dan telah dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis, termasuk Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana, Praka Deni Rianto, Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan.

Jenderal Agus menuturkan para prajurit yang terluka saat ini tengah dalam penanganan tim medis.

"Sudah ada di rumah sakit, sudah dirawat dengan baik dan kami doakan semuanya cepat sembuh," ungkapnya. (mcr27/jpnn)


Redaktur : M. Kusdharmadi
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kebakaran Sumur Minyak Ilegal di Musi Banyuasin, 11 Titik Hangus dan Lahan 4,2 Hektare Rusak
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
Cara Mengenali Orang Problematik Menurut Psikolog
• 5 jam lalubeautynesia.id
thumb
Antre BBM Berjam-jam, Ibu Rumah Tangga di Polewali Mandar Pingsan | BERUT
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Fasilitas Minyak Inggris di Erbil Terbakar Diduga Terkena Serangan Drone, Asap Tebal Mengepul
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Komnas HAM Panggil Puspom TNI Soal Kasus Andrie Yunus, Dikonfrontir Soal Rilis 18 Maret
• 22 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.