PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menggandeng Inpex Corporation untuk menjajaki peluang kerja sama strategis sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia dan Asia Tenggara.
Komitmen tersebut dituangkan dalam Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang ditandatangani Direktur Utama PHE, Awang Lazuardi, dan Managing Executive Officer & Senior Vice President Asia Projects Inpex Corporation, Akihiro Watanabe dalam Forum Bisnis Indonesia-Jepang di Tokyo, Jepang, pada Senin (30/3).
Direktur Manajemen Risiko PHE Whisnu Bahriansyah menegaskan MoU ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperkuat daya saing global sekaligus memastikan keberlanjutan pertumbuhan bisnis hulu migas.
"Kami percaya sinergi dengan Inpex akan membuka peluang pengembangan proyek-proyek migas yang tidak hanya bernilai komersial, tetapi juga berkontribusi terhadap ketahanan energi Indonesia dan Kawasan," ujar Whisnu melalui keterangan resmi, Kamis (2/4).
MoU tersebut memperluas kolaborasi regional sekaligus menangkap peluang proyek migas bernilai komersial di tengah meningkatnya kebutuhan energi kawasan. Kerja sama ini juga mempertegas hubungan panjang PHE dan Inpex yang sebelumnya telah terjalin melalui sejumlah proyek strategis, termasuk pengembangan Proyek Abadi Masela di Indonesia serta kolaborasi di Blok SK510 Malaysia.
Whisnu menambahkan, kerja sama ini juga menjadi langkah konkret PHE dalam mendorong optimalisasi potensi sumber daya migas melalui kolaborasi teknologi, pengalaman global, serta praktik terbaik industri.
MoU ini bersifat sebagai kerangka kerja sama strategis awal yang menjadi fondasi penting untuk tahap penjajakan peluang bisnis, studi bersama, serta potensi pengembangan proyek di masa mendatang.
Melalui kerja sama ini, PHE kembali menegaskan posisinya sebagai perusahaan hulu migas nasional yang aktif membangun kemitraan global, sekaligus mendukung peran Indonesia sebagai pemain penting dalam industri energi di Kawasan Asia Tenggara.





