JAKARTA, KOMPAS.com - Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi beberapa kali terlihat menyambangi para tokoh nasional Indonesia di tengah situasi konflik kawasan Timur Tengah yang masih memanas.
Catatan Kompas.com, tokoh pertama yang didatangi oleh Boroujerdi adalah Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), pada Selasa (3/3/2026).
Pertemuan tersebut berlangsung di kediaman JK di Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan.
Boroujerdi juga bertemu JK untuk kedua kalinya pada Rabu (18/3/2026), kali ini di Markas Pusat Palang Merah Indonesia (PMI).
Baca juga: Dubes Iran ke JK: Perang Hancurkan Rumah dan Korbankan Anak-anak
Tak hanya JK, tokoh kedua yang ditemui Boroujerdi adalah Presiden Ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri.
Pertemuan itu dilakukan di kediaman Megawati, di Menteng, Jakarta Pusat, pada 10 Maret 2026.
Dokumentasi Humas PDI-P. Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri saat menunjukkan foto-foto kunjungannya ke Teheran dan pertemuannya nengan Ali Khamenei pada 2004 kepada Dubes Iran untuk RI Mohammad Boroujerdi saat bertemu di kediaman Megawati di Menteng, Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Pertemuan kedua dengan Megawati dilkukan Boroujerdi pada Hari Raya Idul Fitri 1447 Hirjiah yang bertepatan pada 21 Maret 2026 di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-Perjuangan.
Sepekan setelahnya, Boroujerdi bertolak ke Solo. Tokoh yang kali ini dia sambangi adalah Presiden Ke-7 RI, Joko Widodo.
Baca juga: PSI soal Jokowi Dikunjungi Dubes Iran: Itu Bentuk Pengakuan Dunia
Boroujerdi secara garis besar menyampaikan hal yang sama kepada kepada para tokoh nasional, yakni kondisi Iran terkini dan dugaan kejahatan perang yang dilakukan lawan mereka, Israel dan Amerika Serikat.
Makna di balik safari politik Dubes Iran
Kepala Program Magister Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Zezen Zaenal Mutaqin mengatakan, safari kepada para tokoh Indonesia yang dilakukan oleh Boroujerdi menarik untuk diamati.
Pasalnya, Boroujerdi tidak langsung menyasar pada pusat kekuasaan, dalam hal ini otoritas pemerintah seperti Kementerian Luar Negeri RI, atau langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.
Menurut dia, Iran sedang memastikan apakah pemerintah Indonesia condong lebih dekat dengan Amerika Serikat dan Israel lantaran ikut dalam Board of Peace.