Bisnis.com, JAKARTA — Emiten produsen bata ringan terafiliasi Hermanto Tanoko, PT Superior Prima Sukses Tbk. (BLES) membukukan laba bersih sebesar Rp84 miliar sepanjang 2025, seiring dengan pertumbuhan penjualan dan penguatan kinerja operasional pada akhir tahun.
Berdasarkan laporan keuangan auditan per 31 Desember 2025, perseroan mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp1,50 triliun, meningkat 2,8% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp1,46 triliun.
Corporate Secretary BLES Andrew mengatakan, pertumbuhan tersebut turut mendorong kinerja profitabilitas perseroan.
“Sepanjang tahun 2025, Perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp1,50 triliun… dan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp84 miliar,” ujarnya.
Dari sisi margin, BLES mencatatkan laba kotor sebesar Rp389 miliar dengan margin laba kotor sebesar 26%.
Kinerja perseroan juga menunjukkan penguatan pada kuartal IV/2025. Pada periode tersebut, BLES membukukan laba bersih sebesar Rp35,3 miliar atau berkontribusi sekitar 42% terhadap total laba bersih tahunan.
Baca Juga
- Emiten Properti Hermanto Tanoko, Tanrise (RISE) Genjot Ekspansi Awal 2026
- Emiten Hermanto Tanoko Avian (AVIA) Bidik Penjualan Tumbuh 10% pada 2026
- Emiten Hermanto Tanoko BLES Cetak Laba Rp1,08 Miliar Kuartal I/2025, Anjlok 95,73%
Selain itu, penjualan bersih pada kuartal IV mencapai Rp430,2 miliar atau setara 28,6% dari total penjualan sepanjang 2025, dengan volume penjualan sebesar 1 juta meter kubik.
Secara kumulatif, total volume penjualan perseroan sepanjang 2025 mencapai 3,7 juta meter kubik.
Dari sisi operasional, produk bata ringan masih menjadi kontributor utama dengan porsi sekitar 99% terhadap total penjualan atau senilai Rp1,49 triliun. Sementara itu, penjualan semen mortar tercatat sebesar Rp16 miliar.
BLES juga mempertahankan posisinya sebagai produsen bata ringan terbesar di Indonesia dengan kapasitas produksi mencapai 5,6 juta meter kubik per tahun.
Di sisi neraca, total aset perseroan meningkat 10,9% menjadi Rp2,0 triliun pada akhir 2025, didorong oleh kenaikan aset tidak lancar.
Sebelumnya, perseroan juga telah meresmikan pabrik kelima di Banjarnegara, Jawa Tengah pada pertengahan 2025. Kehadiran fasilitas baru tersebut menambah kapasitas produksi hingga 1 juta meter kubik per tahun.
Andrew menyebut, tambahan kapasitas ini diharapkan dapat memperkuat distribusi sekaligus menekan biaya logistik.
“Pembangunan pabrik ini melibatkan investasi sebesar kurang lebih Rp280 miliar,” ujarnya.
Dengan ekspansi tersebut, BLES kini mengoperasikan fasilitas produksi di Mojokerto, Sidoarjo, Lamongan, Sragen, serta Banjarnegara.
Manajemen menilai, langkah ekspansi kapasitas dan efisiensi distribusi akan menjadi pendorong kinerja perseroan ke depan, seiring dengan permintaan bata ringan yang masih tumbuh di pasar domestik.
_____
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





