Kasus Campak Meningkat, Dinkes Jabar Dorong 27 Kab/Kota Laksanakan ORI

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, BANDUNG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat mendorong petugas kesehatan di daerah yang mengalami peningkatan kasus campak untuk melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI).

ORI merupakan imunisasi campak untuk seluruh sasaran anak usia 9 bulan hingga 59 bulan tanpa melihat status imunisasi sebelumnya sebagai upaya mengatasi campak. 

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Vini Adiani Dewi mengatakan hingga 19 Maret 2026 terdapat 2 wilayah yang akan melaksanakan ORI pada April 2026, yakni Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Garut. Pelaksanaan ORI dilakukan dengan mempertimbangkan peningkatan kasus campak di wilayah tersebut. 

Sebelumnya, pada Februari 2026 ORI juga sudah dilaksanakan di Kabupaten Garut, yakni di Puskesmas Cimaragas, Bagendit, dan Cibiuk. 

Selain ORI, dalam rangka mengatasi campak Dinas Kesehatan melaksanakan Catch up Campaign (CUC) atau imunisasi campak rubella dengan sasaran anak usia 9 bulan hingga 59 bulan yang belum mendapatkan imunisasi campak rubella lengkap.

CUC dilaksanakan di Kota Bogor, Kota Depok, Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Cirebon, Kabupaten Bogor, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Subang. Sampai saat ini pada delapan kabupaten/kota, pelaksanaan CUC masih berlangsung untuk mencapai 100%.

Baca Juga

  • Dua Harimau Mati, DPRD Desak Evaluasi Total Tata Kelola Bandung Zoo
  • Siaga Antisipasi El Nino, Sumedang Siapkan Strategi Pengelolaan Distribusi Air
  • Manasik Haji 2026, Ini Pesan Wali Kota Bogor untuk Para Jemaah

Dikatakan Vini, ketersediaan vaksin campak rubella (MR) cukup untuk pelaksanaan ORI dan CUC. "Apabila terjadi kekurangan vaksin, puskesmas dapat meminta ke Dinas Kesehatan Provinsi Jabar," ucap Vini, Rabu (1/4/2026).

Saat ini, puskemas tinggal menunggu distribusi alat suntik Auto Disable Syringe (ADS) dari Kementerian Kesehatan untuk pelaksanaan ORI. Alat tersebut telah diperiksa oleh Kementerian Kesehatan dan siap didistribusikan ke provinsi. 

Kepada puskesmas, rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya, Vini berpesan untuk melaporkan kasus suspek campak dalam waktu 24 jam ke Dinas Kesehatan di kabupaten/kota masing-masing.

Apabila menemukan suspek campak, maka perlu melakukan langkah-langkah tertentu kepada pasien, seperti isolasi minimal tujuh hari setelah ada bercak merah, memberi vitamin A dengan dosis sesuai usia, memberi asupan makanan tinggi protein dan kalori. Selain itu, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Kepada masyarakat, dia berpesan untuk mengecek status imunisasi anaknya. Apabila imunisasi belum lengkap, tidak ada kata terlambat.

Segera lengkapi imunisasi ke posyandu, puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya. Imunisasi campak diberikan 3 kali yaitu pada usia 9 bulan, usia 18 bulan, dan kelas 1 SD/sederajat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasus Uang Palsu: Pelaku Pernah Bayar Utang Rp 30 Juta Pakai Upal, tapi Ketahuan
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Pengakuan Jujur Yeum Hye-seon soal Bermain Kembali dengan Megawati Hangestri: Saya Akan
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Trihari Suci: Menyalakan Harapan bagi Bangsa
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Lembaga Adat Kerajaan Matano Silaturahmi di Kediaman Mendiang Raja Gowa ke-38, Menjaga Persaudaraan Lama
• 16 jam laluterkini.id
thumb
BSI Maslahat Salurkan Bantuan kepada 145 Ribu Lebih Penerima
• 18 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.