Jakarta, tvOnenews.com - Total sebanyak empat pemain Timnas Indonesia diketahui tak dapat bermain, bahkan mengikuti sesi latihan bersama klubnya di Liga Belanda. Hal itu diakibatkan setelah muncul polemik paspoortgate yang mencuat di Negeri Kincir Angin tersebut.
Awal mula polemik ini berasal dari protes yang diajukan NAC Breda. Mereka melayangkan keberatan setelah mengalami kekalahan telak 0-6 dari Go Ahead Eagles.
Dalam laporan tersebut, NAC Breda menyoroti status Dean James. Mereka meragukan kelayakan sang pemain untuk tampil berdasarkan aturan yang berlaku.
Kecurigaan itu berkaitan dengan izin kerja dan standar gaji minimum bagi pemain non-Uni Eropa. Dalam regulasi Eredivisie, pemain di luar Uni Eropa diwajibkan memenuhi batas gaji tertentu yang cukup tinggi.
- PSSI
Imbasnya, ada tiga pemain lainnya yang juga dikabarkan terdampak. Adalah Justin Hubner (Fortuna Sittard), Nathan Tjoe-A-On (Willem II), dan Tim Geypens (FC Emmen).
Selain keempat nama tersebut, ada puluhan pemain lain yang juga masuk dalam pendataan. Eredivisie mencatat sekitar 25 pemain dari berbagai negara yang berpotensi mengalami masalah serupa.
Meski demikian, melansir dari DutchNews, KNVB menolak permintaan NAC untuk mengulang pertandingan di Deventer dengan alasan bahwa Go Ahead menurunkan pemain yang tidak memenuhi syarat.
"Manajemen liga sepak bola profesional tidak berniat untuk menyatakan pertandingan tersebut tidak sah dan meminta pertandingan ulang," ujar salah satu juru bicara KNVB, dikutip dari DutchNews, Kamis (2/4/2026).
Ada beberapa alasan KNVB melarang hingga membuat sejumlah klub tak ingin mengambil risiko dalam menurunkan para pemain yang tengah tersandung polemik tersebut.
Menurut aturan yang berlaku, diketahui jika hukum negara Belanda menggugurkan paspor warga negaranya saat mereka mewakili negara lain, sehingga memaksa klub mendaftarkan pemain sebagai pekerja asing.
Dalam beberapa aturan negara, salah satunya Indonesia, negara itu tidak mengakui kewarganegaraan ganda dan mengharuskan warga negara baru untuk menyerahkan paspor sebelumnya agar dapat dinaturalisasi.
Hal ini mewajibkan setiap klub harus mendaftarkan ulang para pemain yang telah kehilangan paspor Belanda dengan status sebagai non-EU.




