JAKARTA, KOMPAS.com- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mendorong percepatan pendataan korban seusai gempa magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah laut di tengara Kota Bitung, Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026) pukul 05.48 WIB.
“Pendataan menjadi basis penting dalam upaya penyelamatan. Kita memiliki pengalaman menghadapi berbagai bencana besar, sehingga kecepatan pendataan sangat menentukan efektivitas penanganan di lapangan,” ujar Pratikno dalam konferensi pers secara daring, Kamis (2/4/2026).
Menurut dia, pendataan menjadi dasar utama bagi pemerintah dalam menentukan langkah penyelamatan, evakuasi, serta penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.
Baca juga: BNPB Minta Wilayah Terdampak Gempa Sulut-Malut Tetapkan Status Tanggap Darurat
Kemudian data yang akurat mengenai jumlah korban, lokasi terdampak, serta kebutuhan mendesak masyarakat akan mempercepat proses pengambilan keputusan oleh pemerintah pusat maupun daerah.
BNPB bersama pemerintah daerah, TNI, dan Polri saat ini terus melakukan proses pencarian, penyelamatan, evakuasi, serta pendataan korban secara terpadu.
Status tanggap darurat telah ditetapkan untuk memastikan seluruh sumber daya dapat digerakkan secara optimal.
Pratikno menegaskan dana siap pakai untuk pembiayaan tanggap darurat telah tersedia dengan prosedur sesuai standar operasional BNPB.
Baca juga: Prabowo Sudah Terima Laporan Gempa Sulut-Malut, Langsung Perintahkan Evakuasi
Hal ini memungkinkan proses pendataan dan distribusi bantuan dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.
“Kecepatan menjadi sangat penting agar pendataan dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” ujar Pratikno.
Ia menambahkan, keselamatan manusia tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan penanganan bencana.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang