Teheran: Iran dilaporkan tetap mempertahankan intensitas serangan rudal dan drone meski Amerika Serikat (AS) mengklaim kemampuan militernya telah melemah.
Data terbaru menunjukkan tidak ada penurunan signifikan sejak serangan balasan dimulai pada 28 Februari.
Berdasarkan data yang dihimpun berbagai lembaga, termasuk Institut Studi Keamanan Nasional (INSS), Iran telah meluncurkan sekitar 6.770 rudal dan drone ke negara-negara Teluk, Yordania, dan Israel. Serangan paling banyak menyasar Uni Emirat Arab, diikuti Israel dan Kuwait. Laju Serangan ke Israel Tetap Stabil Serangan Iran ke Israel menunjukkan pola yang relatif stabil dalam sepekan terakhir dengan 7–10 gelombang serangan. Dalam periode tersebut, tercatat 215 drone dan 200 rudal diluncurkan ke wilayah Israel.
Data ini menunjukkan kapasitas operasional Iran tidak mengalami penurunan berarti. Hal ini berbeda dengan klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyebut sekitar 90 persen kemampuan rudal Iran telah dilumpuhkan. UEA dan Kuwait Paling Banyak Diserang Uni Emirat Arab menjadi target utama dengan total 2.429 serangan sejak 28 Februari. Kuwait berada di posisi kedua dengan 950 serangan dalam periode yang sama.
Secara umum, frekuensi serangan Iran ke kawasan Teluk tetap stabil jika dilihat dari rata-rata mingguan. Kondisi ini menunjukkan strategi militer Iran masih berjalan konsisten. Serangan ke Qatar Kembali Terjadi Qatar tercatat menerima 256 serangan hingga 19 Maret sebelum sempat mereda. Namun, serangan kembali terjadi setelah negara tersebut menandatangani kerja sama pertahanan dengan Ukraina pada 28 Maret.
Perkembangan ini menunjukkan adanya keterkaitan antara dinamika politik regional dan intensitas serangan. Iran diduga merespons kesepakatan tersebut dengan melanjutkan serangan. Serangan ke Arab Saudi dan Bahrain Menurun Dilansir dari media Anadolu Agency, serangan terhadap Arab Saudi sempat meningkat pada pertengahan Maret, namun kemudian mengalami penurunan. Sementara itu, Bahrain dan Yordania juga mencatat tren penurunan serangan dalam dua pekan terakhir.
Salah satu insiden penting terjadi pada 27 Maret saat Iran menghancurkan pesawat militer AS di Pangkalan Prince Sultan. Selain itu, serangan juga merusak fasilitas industri di Bahrain dan Uni Emirat Arab. AS dan Israel Luncurkan Ribuan Serangan Balasan Di sisi lain, Amerika Serikat dan Israel meningkatkan serangan balasan ke Iran. Gedung Putih menyebut lebih dari 11 ribu target telah diserang hingga 30 Maret.
Militer Israel juga melaporkan lebih dari 800 gelombang serangan udara dengan sekitar 16 ribu bom dan rudal. Target meliputi sistem pertahanan udara, peluncur rudal balistik, hingga fasilitas produksi senjata dan nuklir Iran.
(Keysa Qanita)




