Perang Teluk Picu Ancaman Energi, Ekonom Desak Pemerintah Percepat Elektrifikasi Nasional

pantau.com
12 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Konflik bersenjata antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel dinilai menjadi momentum bagi pemerintah Indonesia untuk mempercepat kebijakan elektrifikasi guna mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil.

Ancaman Pasokan Energi Global

Ekonom konstitusi Defiyan Cori menyatakan bahwa perang di kawasan Teluk berpotensi mengganggu jalur distribusi energi global, terutama melalui Selat Hormuz yang menjadi jalur utama pengiriman minyak dunia.

Ia mengungkapkan, "Gangguan pada jalur tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap pasokan energi Indonesia yang masih bergantung pada impor minyak dan gas."

Situasi tersebut dinilai menjadi tantangan bagi pemerintah dalam menjaga ketahanan energi nasional di tengah target swasembada energi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Selain risiko pasokan, konflik juga berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dunia yang dapat membebani anggaran subsidi energi dalam APBN.

Data menunjukkan subsidi energi terus meningkat dari Rp95,7 triliun pada 2020 menjadi Rp203,4 triliun pada 2024, dengan porsi terbesar untuk BBM dan LPG impor.

Dorongan Percepatan Elektrifikasi

Defiyan menilai besarnya subsidi energi berbasis fosil perlu dievaluasi di tengah meningkatnya risiko geopolitik global.

Ia mengatakan, "Dalam RAPBN 2026, pemerintah kembali mengalokasikan subsidi energi sebesar Rp210,06 triliun, termasuk Rp105,4 triliun untuk subsidi BBM dan LPG."

Menurutnya, pemerintah dapat mengalihkan sebagian subsidi tersebut ke program elektrifikasi seperti kompor listrik dan kendaraan listrik.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menegaskan komitmen percepatan transisi energi melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya berkapasitas 100 gigawatt dan penguatan ekosistem kendaraan listrik.

Defiyan juga menyarankan perluasan insentif elektrifikasi bagi masyarakat berpenghasilan rendah serta pelaksanaan proyek percontohan untuk mempercepat migrasi energi dari BBM dan LPG ke listrik.

Ia menambahkan, "Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat juga dinilai penting untuk meningkatkan penerimaan terhadap penggunaan energi listrik."

Sebagai informasi tambahan, pemerintah juga terus mendorong peningkatan rasio elektrifikasi di wilayah terpencil guna mendukung pemerataan akses energi nasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Melihat Proses Evakuasi KA Ciremai yang Anjlok di Bandung Barat
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
Bos Terra Drone Tak Sediakan Alat Sensor Deteksi Api-APAR Sebabkan 22 Karyawan Tewas
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Paguyuban Dorong Pemblokiran Rekening Yayasan Trisakti Pimpinan Ainun Na’im
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
Arak-arakan Pegon, tradisi turun temurun warga pesisir selatan Jember
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Kuasa Hukum Nilai Kliennya Diduga Dikriminalisasi, Minta Kapolda Turun Tangan
• 21 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.