Moms, perkembangan dunia digital membuat pola pengasuhan ikut berubah. Kini, pendidikan anak tidak hanya soal membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga memahami etika serta risiko hukum di dunia maya.
Dikutip dari laman The Irish Sun, kepolisian Irlandia mulai masuk ke sekolah untuk mengajarkan “Coco’s Law” kepada siswa. Program ini bertujuan membantu anak memahami bahwa aktivitas online bukan sekadar interaksi biasa, tetapi juga memiliki konsekuensi nyata.
Apa yang Diajarkan ke Anak di Sekolah?Dalam program ini, polisi memberikan edukasi langsung di kelas dengan fokus pada:
1. Bahaya cyberbullying dan dampaknya pada korban
2. Risiko menyebarkan foto atau video tanpa izin
3. Pentingnya menjaga privasi diri dan orang lain
4. Konsekuensi hukum dari perilaku di media sosial
Anak-anak diajak memahami bahwa satu unggahan atau pesan bisa berdampak besar, baik secara emosional maupun hukum.
Implementasi ini akan diberlakukan terlebih dahulu pada siswa sekolah menengah, Moms.
Karena sejak terbitnya peraturan Coco Law yang diberlakukan pada 2023, ada banyak warga yang terjerat berbagai hal seperti:
1. Lebih dari 400 orang telah diproses hukum terkait kejahatan di dunia digital.
2. Sekitar 1.800 kasus aktivitas online berbahaya dilaporkan.
3. Lebih dari 1.100 kasus terkait penyebaran konten intim tanpa izin.
Angka ini menunjukkan bahwa masalah di dunia digital sudah menjadi isu serius, bahkan melibatkan anak dan remaja.
Undang-undang ini lahir dari kisah Nicole “Coco” Fox, remaja yang meninggal setelah mengalami perundungan online. Kasus ini menjadi pengingat kuat bahwa dampak dunia maya bisa sangat nyata bagi kesehatan mental anak, Moms.





