Laga Arema FC vs Persebaya Surabaya bisa saja digelar 28 April 2026 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang. Derby Jawa Timur berpotensi kembali digelar di sana 4 tahun pasca-Tragedi Kanjuruhan.
Penyelenggaraan laga ini bakal mendapat sinyal hijau dari Polda Jawa Timur (Jatim). Polda Jatim tampaknya 'berjudi' memberikan izin penyelenggaraan laga derby tersebut.
Ya, Polda Jatim mengadakan pertemuan dengan perwakilan kedua tim, dari unsur manajemen, perwakilan suporter, dan pihak panitia pelaksana (Panpel), yang dipimpin oleh Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto.
Perwakilan suporter, Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC, dan manajemen Arema FC yang diwakili oleh Manajer Bisnis Munif Wakid. Sementara di kubu Persebaya terlihat di antaranya Ketua Panpel Persebaya Ram Surahman dan Manajer Tim Alex Tualeka.
Pertemuan ini membahas beberapa poin penting terkait penyelarasan persepsi antarklub, Panpel, dan pihak kepolisian dalam menciptakan suasana pertandingan yang aman, tertib, serta mencegah segala bentuk provokasi di kalangan suporter.
Ketua Panpel Arema FC, Erwin Hardiyono, menyatakan bahwa aspek pencegahan dan edukasi kepada suporter menjadi kunci utama dalam mendapatkan lampu hijau dari pihak kepolisian terkait izin penyelenggaraan pertandingan dengan intensitas tinggi ini.
"Kami sangat menekankan pentingnya langkah pencegahan dan edukasi kepada suporter. Hal ini krusial untuk menjaga kenyamanan dalam pertandingan terdekat, yang mana akan menjadi bahan pertimbangan utama kepolisian dalam menerbitkan izin laga Derby Jatim nanti," kata Erwin dalam keterangannya Kamis (2/4).
Menurutnya, meski bermain di Stadion Kanjuruhan yang menjadi lokasi tragedi yang tewaskan 135 orang pada 2022, penyelenggaraan laga ini kembali di Malang diharapkan mampu mengobati trauma.
"Laga melawan Persebaya diharapkan mampu menjadi obat penyembuh trauma yang selama ini dirasakan semua pihak setelah tragedi Kanjuruhan," kata dia.
Di sisi lain, perwakilan manajemen Arema FC, Munif Wakid, turut memberikan apresiasi terhadap perkembangan positif perilaku suporter. Beliau mengimbau agar tren baik ini terus dijaga, terutama pada dua laga kandang sebelum menjamu Persebaya.
"Kami melihat Aremania saat ini sudah berada di jalur yang lebih baik dan menunjukkan kedewasaan yang luar biasa," ungkap dia.
Sebagai uji coba, Arema FC akan menghadapi dua laga kandang melawan Malut United pada 3 Maret 2026, serta laga melawan Persis Solo pada 18 Maret 2026 yang juga memiliki rivalitas antar kedua tim. Makanya bila laga tersebut berjalan lancar dan tak ada insiden, manajemen Singo Edan mengisyaratkan akan menggelar laga Derby Jatim ini di Malang.
"Kami sangat berharap hal ini tidak tercoreng oleh hal-hal kecil yang tidak diinginkan di dua pertandingan sebelum melawan Persebaya. Arema FC memohon dukungan dan sinergi dari semua pihak demi kelancaran agenda ini," tuturnya.
Melalui pertemuan ini, Arema FC berharap koordinasi berlapis yang dibangun bersama Polda Jatim dapat menjamin keamanan seluruh elemen yang terlibat, sekaligus mengembalikan marwah sepak bola Jawa Timur yang kompetitif namun tetap mengedepankan sportivitas dan persaudaraan.





