REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat yang juga praktisi kesehatan, Farabi El Fouz, menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah strategis dalam mempercepat penurunan angka stunting, khususnya di Jawa Barat.
Menurut Farabi, pendekatan berbasis pemenuhan gizi merupakan intervensi paling mendasar dan berdampak langsung terhadap kelompok rentan, seperti semua anak-anak termasuk anak bayi dibawah dua tahun dan ibu hamil. Ia menegaskan stunting tidak bisa ditangani secara parsial, melainkan harus dimulai dari pemenuhan kebutuhan nutrisi yang memadai.
“Sebagai praktisi kesehatan, saya melihat program ini sangat relevan dan berbasis kebutuhan riil di lapangan. Program MBG adalah pengungkit yang efektif, karena langsung menyasar akar persoalan stunting, yaitu kekurangan asupan gizi,” ujar Farabi kepada Republika.co.id, Kamis (2/4/2026).
Ia menjelaskan, dalam banyak kasus, stunting terjadi akibat kurangnya akses terhadap makanan bergizi dalam jangka waktu yang panjang. Karena itu, kehadiran program ini dinilai sebagai bentuk intervensi nyata yang tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga preventif.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Sebagai anggota Komisi V DPRD Jabar yang membidangi kesejahteraan rakyat, Farabi juga mendorong agar program ini diimplementasikan secara tepat sasaran dan berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya pengawasan distribusi serta kualitas makanan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Program ini harus didukung dengan pengawasan ketat dan kolaborasi lintas sektor, termasuk edukasi kepada masyarakat tentang pola makan sehat, sanitasi, dan pola asuh anak,” katanya.
Farabi menambahkan, jika dijalankan secara konsisten dan terintegrasi dengan program kesehatan lainnya, Program MBG berpotensi besar menjadi akselerator dalam mencapai target penurunan stunting nasional.
Ia pun optimistis, dengan komitmen bersama antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, angka stunting dapat ditekan secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.