OJK dan SRO tuntaskan 4 proposal reformasi transparansi pasar modal RI

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) yang mencakup PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), telah menyelesaikan empat proposal reformasi penguatan transparansi pasar modal Indonesia.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon (PMDK) OJK Hasan Fawzi mengatakan empat proposal tersebut tentunya juga akan disampaikan kepada penyedia indeks global, yang mencakup Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan Financial Times Stock Exchange (FTSE).

"OJK tentu bersama SRO (BEI dan KSEI) sudah mengawal dan menghadirkan inisiatif atau solusi atas fokus empat inisiatif dimaksud. Puji syukur, alhamdulillah, dapat kami informasikan bahwa per Maret (2026) kemarin yang sesuai dengan target yang kita canangkan, seluruh inisiatif tersebut telah kita selesaikan dan tuntaskan," ujar Hasan dalam Konferensi Pers di Gedung BEI, Jakarta, Kamis.

Hasan menjelaskan secara rinci keempat proposal tersebut, pertama, otoritas telah menyelesaikan penyediaan data kepemilikan saham di atas 1 persen secara bulanan untuk setiap emiten, yang diselesaikan pada 3 Maret 2026.

Baca juga: BEI resmi naikkan minimum "free float" saham jadi 15 persen

Kedua, otoritas telah meningkatkan granularity klasifikasi investor dari sebelumnya 9 kategori menjadi total 39 kategori, yang telah ditetapkan pada 31 Maret 2026.

Ketiga, otoritas telah mengimplementasikan high shareholding concentration pada 2 April 2026, sehingga investor dapat mengetahui saham dengan konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi atau likuiditas yang terbatas.

Terakhir, keempat, otoritas telah meningkatkan batas minimum free float saham emiten dari sebelumnya 7,5 persen menjadi 15 persen pada 31 Maret 2026.

Baca juga: OJK tegas tak diam soal manipulasi harga saham, bakal terus diselidiki

Dalam kesempatan ini, OJK dan SRO juga berharap empat proposal agenda reformasi pasar modal Indonesia tersebut akan mendapatkan tanggapan positif dari lembaga penyedia indeks global.

"Tentu harapan kita, karena ini juga prosesnya betul-betul kita lakukan bersama dengan mereka. Dari waktu ke waktu kita terus melakukan komunikasi, baik dalam bentuk pertemuan teknis maupun kita dengarkan, kira-kira ekspektasi apa lagi yang dilakukan," ujar Hasan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Siprus Dukung Evakuasi Prajurit TNI Gugur di Lebanon di Tengah Eskalasi Konflik Timur Tengah
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Prabowo Puji Aksi Heroik Sugianto yang Selamatkan Lansia dari Kebakaran di Korsel
• 4 jam laluokezone.com
thumb
Kemenkes Pastikan Varian COVID Cicada Belum Masuk Indonesia dan Perkuat Surveilans Nasional
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Potret Saling Serang Iran VS AS-Israel: Kapal Jebol-Boeing Hangus
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Siapkan Serangan Baru, Trump Sesumbar Bikin Iran Balik ke Zaman Batu
• 10 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.