Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap, gangguan operasional di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang menjadi pemicu utama penumpukan sampah selama hampir dua pekan terakhir.
Masalah ini bukan sekadar teknis, melainkan berdampak langsung pada sistem distribusi sampah Jakarta yang bergantung besar pada fasilitas tersebut.
“Sekali lagi hal yang berkaitan dengan sampah. Dampak dari kurang lebih 10-12 hari apa, Bantar Gebang zona 4A tidak bisa digunakan, memang menyebabkan dampak kemudian ada penimbunan di berbagai tempat sampah-sampah yang ada,” ucap Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Akibat lumpuhnya zona 4A, aliran sampah dari berbagai wilayah Jakarta tersendat. Tempat-tempat penampungan sementara pun tak mampu menahan lonjakan volume, hingga akhirnya terjadi penumpukan di sejumlah titik, termasuk pasar tradisional.
Namun, situasi mulai berangsur membaik. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah kembali mengaktifkan pengangkutan sampah secara bertahap, termasuk di kawasan padat seperti Pasar Kramat Jati.
“Sekarang ini sudah mulai diangkutin kembali ke Bantar Gebang,” jelas dia.
Pramono menegaskan, akar persoalan berasal dari insiden longsor yang terjadi di zona 4 TPST Bantar Gebang beberapa waktu lalu. Peristiwa itu membuat sebagian area tidak dapat dioperasikan, memicu efek berantai pada sistem pengelolaan sampah Jakarta.
Dengan mulai pulihnya distribusi ke Bantar Gebang, Pemprov DKI kini berpacu dengan waktu untuk mengurai tumpukan sampah yang sempat mengganggu aktivitas warga, sekaligus mencegah potensi krisis lingkungan yang lebih luas. (agr/iwh)




