Rumah di Desa Tateli, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut), nampak berbeda pada Selasa (2/4).
Terdapat karangan bunga dukacita dari Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling.
Hunian tersebut menjadi rumah duka bagi kepergian Deyce Lahia, perempuan berusia 70 tahun—sebelumnya tertulis "Deice".
Deyce Lahia merupakan kakak dari mantan petinju Sulut, Ilham Lahia.
Saat gempa 7,6 magnitudo mengguncang Sulut hingga Maluku Utara, Deyce tewas tertimpa reruntuhan gedung KONI Sulut.
Ilham mengetahui kabar Deyce dari teman. Ia pun menyusul ke KONI Sulut dan mendapati bahwa kakaknya sudah meninggal.
"Sudah tergeletak, sudah tidak tahu mau bikin apa, mau salahkan siapa?" ujar Ilham saat ditemui kumparan, Kamis (2/4).
"Ini kejadian alam, cuma sangat disayangkan. Mungkin ada perhatian pemerintah, bagaimana, masa gedung bisa ambruk begitu?" ujar Ilham.
Menurut Ilham, pemerintah setempat memang harus memberikan atensi lebih ke gedung KONI Sulut.
"Untung cuma kakak yang kejadian seperti ini. Kalau ada semacam atlet-atlet, lebih bermasalah lagi. Jadi tolong pemerintah bangun kembali kompleks olahraga itu semaksimal mungkin supaya jangan ada kejadian seperti keluarga kami lagi," ujar Ilham.
Jasad Deyce, menurut Ilham, akan dimakamkan Jumat (3/4). "Korban badannya sudah hancur, jadi besok jam 12 langsung ibadah pemakaman," ujarnya.





