Bisnis.com, MAKASSAR — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi yang terjadi di wilayah laut Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menyebabkan tsunami kecil di sembilan daerah.
Berdasarkan pengamatan muka air laut, tsunami paling tinggi terjadi di Kabupaten Minahasa Utara dengan ketinggian 0,75 meter pada pukul 06.18 WIB. Kemudian di Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara dengan ketinggian 0,68 meter pada pukul 06.36 WIB.
Tsunami juga meluas hingga ke Sidangoli, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara dengan ketinggian 0,35 meter pada pukul 06.16 WIB. Kemudian di Halmahera Barat dengan ketinggian 0,3 meter pada pukul 06.08 WIB.
Selanjutnya di Desa Gita, Tidore Kepulauan, Maluku Utara dengan ketinggian 0,24 meter pada pukul 06.12 WIB. Sementara di Kota Bitung sendiri terjadi dengan ketinggian 0,2 meter pada pukul 06.15 WIB.
Tsunami juga terjadi di Kabupaten Sitaro dengan ketinggian 0,19 meter pada pukul 06.15 WIB; Desa Bumbulan, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo dengan ketinggian 0,13 meter pada pukul 06.15 WIB; dan Kedi, Maluku Utara dengan ketinggian 0,15 meter pada pukul 06.15 WIB.
Diberitakan sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan gempa bumi tektonik dengan kekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah laut di tenggara Kota Bitung pada Kamis, (2/4/2026) pukul 05.48 WIB. Pusat gempa berada pada koordinat 1,25 LU dan 126,25 BT dengan kedalaman 62 kilometer.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan guncangan dirasakan sangat kuat selama 10 hingga 20 detik di Kota Bitung dan sekitarnya, serta juga dirasakan kuat di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, yang menyebabkan masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah.
Dampak awal yang berhasil dihimpun menunjukkan adanya kerusakan ringan hingga sedang di wilayah Kota Ternate.
"Sebanyak satu unit tempat ibadah (gereja) di Kecamatan Pulau Batang Dua dilaporkan terdampak, serta dua unit rumah di Kelurahan Ganbesi, Kecamatan Ternate Selatan mengalami kerusakan," kata Abdul Muhari melalui keterangan resmi, Kamis (2/4/2026).





