JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pemerintah untuk sigap memastikan keselamatan warga, menyusul hampir 100 kali gempa susulan yang terjadi di wilayah Sulawesi Utara hingga Maluku Utara.
“Semua instansi harus sigap memastikan keselamatan warga. Tim SAR juga harus terus menyisir wilayah-wilayah terdampak, apalagi sempat terjadi tsunami di beberapa titik akibat gempa,” ujar Puan dalam keterangan resminya, Kamis (2/4/2026).
Baca juga: BMKG: Terjadi 93 Gempa Susulan Usai Gempa Sulut-Malut
Puan menilai terjadinya rentetan gempa susulan tersebut menuntut kesiapsiagaan penuh dari seluruh instansi, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk melindungi masyarakat terdampak.
“Kita harap pemerintah daerah di wilayah terdampak bergerak cepat, baik menyiapkan titik-titik evakuasi atau pengungsian dan menyalurkan bantuan untuk warga, khususnya bagi kelompok rentan,” kata Puan.
Baca juga: Menko PMK Pastikan Penanganan Gempa Bitung akan Sampai Tahap Rekonstruksi
Selain itu, puan juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada di tengah potensi gempa susulan yang masih berlangsung dalam beberapa hari ke depan, sebagaimana disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
“Tingkatkan kewaspadaan dan jangan terpengaruh oleh berita-berita yang tidak akurat. Pastikan memantau informasi dari sumber-sumber terpercaya, khususnya pemerintah,” jelas Puan.
Dia pun meminta masyarakat tidak mendekati wilayah pesisir untuk sementara waktu guna mengantisipasi potensi gelombang susulan.
“Apabila membutuhkan pertolongan, segera meminta bantuan dari pihak-pihak yang bertanggung jawab serta memiliki kewenangan. Dan sebaiknya masyarakat untuk sementara tidak mendekati titik-titik pesisir,” pungkas Puan.
Gempa Bitung M 7,6Diberitakan sebelumnya, gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah laut di tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis (2/4/2026) pukul 05.48 WIB.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, pusat gempa berada pada koordinat 1,25 Lintang Utara dan 126,25 Bujur Timur dengan kedalaman 62 kilometer.
“Guncangan dirasakan sangat kuat selama 10 hingga 20 detik di Kota Bitung dan sekitarnya, serta juga dirasakan kuat di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, yang menyebabkan masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah,” ujar Abdul.
BNPB juga mencatat sempat terjadi gelombang tsunami dengan ketinggian sekitar 0,3 meter di Halmahera Barat dan 0,2 meter di Bitung. Meski relatif kecil, kondisi tersebut tetap memerlukan kewaspadaan.
Sementara itu, BMKG mencatat hingga siang hari telah terjadi 93 gempa susulan dengan magnitudo 2,8 hingga 5,8, di mana tujuh di antaranya dirasakan masyarakat.
“Hasil monitoring kami hingga pukul 12.00 WIB itu, telah terjadi 93 aktivitas gempa bumi susulan,” ujar Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani.
BMKG memastikan peringatan dini tsunami telah diakhiri, namun masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi gempa susulan yang masih berlangsung.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




