Bandung, tvOnenews.com - Seorang warga mengadu kepada Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi. Ia mengabarkan kondisi perbatasan di Jabar sangat miris.
Dalam sebuah video diunggah Dedi Mulyadi melalui Instagram, warga merekam kondisi sekitar gapura perbatasan antara Jabar dan Jawa Tengah (Jateng).
Gapura tersebut terletak di jalur Pantura lama, tepatnya di Jalan Raya Soekarno Hatta antara Losari, Cirebon, Jabar dan Brebes, Jateng. Ironisnya, warga menunjukkan lokasi di sekitar gapura itu terlihat sangat kumuh.
Ia pun melaporkan kondisi kumuh di area gapura itu kepada Dedi Mulyadi. Ia berharap ada tindakan dari kdm maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar mengatasi hal tersebut.
"Pak Dedi, ini perbatasan Jawa Barat di Pantura Lama di Cirebon sudah sangat memprihatinkan," ujarnya dikutip tvOnenews.com, Kamis (2/4/2026).
Gapura Perbatasan Jabar-Jateng Banyak Sampah- Instagram/@dedimulyadi71
Warga melanjutkan bahwa, kondisi gapura perbatasan Provinsi Jabar dan Jateng tersebut dipenuhi sampah. Banyak sampah bertumpukan di area jembatan dekat gapura itu.
Di jalur Pantura, memang tidak terlihat sampah yang berserakan. Dalam hal ini, kondisi jalan tampak seolah rapi dan terhindar dari sampah.
Di balik itu, banyak sampah sehingga dianggap warga sebagai Tempat Pemrosesan Akhir untuk sampah (TPA). Warga menyebut perbatasan dua provinsi itu kini darurat sampah.
Selaras dalam video viral itu, seorang konten kreator, Naf Inamoto melalui akun YouTube pribadinya menunjukkan konten serupa. Ia memperlihatkan kondisi kumuh di sekitar gapura tersebut.
Dalam kontennya, kondisi gapura perbatasan Jabar-Jateng itu seolah tidak layak. Tulisan "Jawa Barat" yang menempel di dinding gapura tersebut sudah rusak.
Selain itu, banyak sampah berbahan plastik di pinggiran jembatan dan Kali Cisanggarung. Ia menjelaskan posisinya lebih condong memasuki wilayah Jateng.
Ia menambahkan bahwa, lokasi gapura perbatasan Jabar-Jateng tersebut berdekatan dengan pos polisi Cisanggarung di bawah naungan Polres Kedes.
Konten kreator itu menyebut situasi seperti ini tidak boleh dibiarkan secara berlarut-larut. Ia berharap ada tindakan dari pemerintah menangani kumuhnya gapura tersebut.




