Masih Dirawat Intensif, Aktivis Kontras, Andrie Yunus Bagikan Pesan
Jakarta: Aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) yang menjadi korban penyerangan air keras, Andrie Yunus, membagikan pesan kepada pihak-pihak yang telah mendukungnya. Pesan tersebut disampaikan ketika Andrie masih dalam perawatan intensif.
"Halo kawan-kawan, terima kasih atas segala bentuk dukungan yang telah diberikan kepada saya untuk menghadapi teror dari orang-orang yang pengecut," ujar Andrie, mengutip unggahan instagram @Kontras_update, Kamis, 2 April 2026.
Rekaman suara tersebut diambil pada 1 April 2026. Dalam rekaman, Wakil Koordinator Kontras itu memastikan akan tetap kuat dan tegar sebelum menutup rekaman dengan pesan perjuangan.
"Saya akan tetap kuat, akan tetap tegar, tentu dengan segala dukungan penuh dari kawan-kawan sekalian, a luta continua! panjang umur perjuangan!" tegasnya.
Dalam unggahan tersebut, KontraS menegaskan baik pasien, keluarga, kuasa hukum maupun pihak RS melarang kunjungan dari siapapun. Pasien berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, serta perlindungan terhadap privasi dan ketenangan selama masa perawatan dan hal ini dijamin oleh Undang-Undang.
Sebagai informasi, Andrie menjadi korban penyerangan air keras pada Kamis, 12 Maret 2026. Para pelaku berasal dari Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.
Rekaman suara Wakil Koordinator Kontras, Andrie Yunus. Foto Instagram KontraS
Perawatan Intensif
Sementara itu, pihak RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) tempat Andrie dirawat menyampaikan Andrie masih berada dalam pemantauan tim medis multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis bedah plastik, oftalmologi, serta tenaga kesehatan terkait lainnya guna memastikan proses pemulihan berjalan optimal dan berkesinambungan.
RSCM memastikan tim medis terus memberikan dukungan psikologis untuk memastikan Andrie Yunus tetap tenang dan mampu mengikuti proses perawatan dengan optimal. Kondisi luka Andrie Yunus menunjukkan perbaikan, dengan sebagian besar luka telah menutup dan kering, ditutupi oleh kulit baru hasil cangkok di area wajah, leher depan, dada, sebagian pundak, dan lengan kanan.
Pada 28 Maret 2026, Andrie Yunus telah menjalani operasi mata kanan untuk ketiga kalinya. Saat ini keluhan nyeri minimal dan tidak ditemukan tanda infeksi. Selama operasi ditemukan permukaan kornea semakin menipis dan terdapat kebocoran pada dinding bola mata.
Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, dilakukan penambalan bola mata dengan jaringan selaput dari tungkai pasien yang kemudian ditutup dengan selaput konjungtiva. Mata kanan sengaja ditutup sementara dengan penjahitan kelopak mata untuk melindungi dan mempertahankan bentuk bola mata selama proses penyembuhan.




