SEOUL, KOMPAS.TV- Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan memperkuat kemitraan strategis melalui penandatanganan 10 nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan nilai mencapai 10,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp173 triliun.
Penandatanganan kerja sama tersebut disaksikan langsung oleh Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, dalam kunjungan kenegaraan ke South Korea yang berlangsung di Istana Kepresidenan Republik Korea, Cheong Wa Dae (Blue House), Seoul, Rabu (1/04).
Presiden Prabowo menekankan pentingnya hubungan bilateral Indonesia dan Korea Selatan dalam mendukung kerja sama ekonomi yang lebih erat.
Baca Juga: OJK Denda 233 Pelaku Pasar Modal Rp96,33 Miliar, Termasuk Kasus Manipulasi
“Bagi saya, kunjungan kenegaraan pertama ini sangat penting. Saya menganggap Korea sebagai sahabat dekat Indonesia dan saya ingin meningkatkan kerja sama ini,” kata Prabowo, seperti dikutip dari siaran pers Kemenko Perekonomian.
Kerja sama yang disepakati mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari ekonomi, energi, digital, hingga kesehatan dan industri masa depan.
Kolaborasi tersebut juga meliputi pengembangan kemitraan mineral kritis serta kerja sama teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk kesehatan dasar dan pembangunan sumber daya manusia.
Baca Juga: Indonesia-Jepang Teken 10 MoU Senilai Rp392,7 Triliun di Forum Bisnis Tokyo
Selain itu, kedua negara memperkuat kerja sama di bidang energi bersih, termasuk teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (carbon capture and storage/CCS) serta pengembangan industri jasa pembangkit listrik lepas pantai.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan, kerja sama ini juga mencakup penguatan perlindungan dan penegakan hak kekayaan intelektual serta kemitraan keuangan, termasuk kolaborasi antara Danantara Indonesia dengan Export-Import Bank of Korea.
Penulis : Dina Karina Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- prabowo subianto
- presiden prabowo
- kerja sama ri korsel
- investasi korea selatan
- airlangga hartarto





