jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta kementerian/lembaga bergerak cepat memastikan keselamatan warga pascagempa bermagnitudo 7,6 mengguncang Sulawesi Utara dan sekitarnya, Kamis (2/4).
Puan, sebagaimana keterangan diterima di Jakarta, Kamis, meminta pemerintah untuk terus berjaga mengantisipasi gempa susulan.
BACA JUGA: Gempa M 7,6 di Bitung Memicu Tsunami Kecil
“Semua instansi harus sigap memastikan keselamatan warga. Tim SAR juga harus terus menyisir wilayah-wilayah terdampak, apalagi sempat terjadi tsunami di beberapa titik akibat gempa,” kata dia.
Gempa terjadi di perairan Bitung, Sulawesi Utara, hingga terasa ke Maluku Utara pada Kamis pukul 05.48 Waktu Indonesia Tengah (Wita). Satu orang dilaporkan tewas setelah tertimpa reruntuhan gedung akibat gempa itu.
BACA JUGA: Gempa Magnitudo 7,6 di Bitung, BNPB: Terdeteksi Gelombang Tsunami Kecil
“Keprihatinan dan dukacita mendalam kami sampaikan atas bencana gempa bumi di Sulawesi Utara dan sekitarnya yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa,” kata Puan.
Dia berharap pemerintah daerah di wilayah terdampak bergerak cepat dengan menyiapkan titik-titik evakuasi atau pengungsian maupun menyalurkan bantuan untuk warga, khususnya bagi kelompok rentan.
BACA JUGA: Gempa M 7,6 Sulut-Malut, 2 Warga Manado Jadi Korban
Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tidak mudah termakan kabar hoaks.
“Tingkatkan kewaspadaan dan jangan terpengaruh oleh berita-berita yang tidak akurat. Pastikan memantau informasi dari sumber-sumber terpercaya, khususnya pemerintah,” kata Puan.
Dia menambahkan apabila membutuhkan pertolongan, segeralah meminta bantuan kepada pihak berwenang. “Dan sebaiknya masyarakat untuk sementara tidak mendekati titik-titik pesisir,” demikian Ketua DPR RI.
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan guncangan gempa dirasakan kuat selama 10 hingga 20 detik di Kota Bitung dan sekitarnya serta juga dirasakan di Kota Ternate, Maluku Utara.
Gempa bumi tektonik itu juga memicu gelombang tsunami kecil di sejumlah wilayah pesisir. Gelombang tsunami setinggi sekitar 0,3 meter terdeteksi di wilayah Halmahera Barat pada pukul 06.08 WIB dan 0,2 meter di Bitung pada pukul 06.15 WIB.
“Meski relatif kecil, kondisi ini tetap memerlukan kewaspadaan karena potensi gelombang susulan masih dapat terjadi,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Kamis.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean




