ASN Malaysia WFH Mulai 15 April di Tengah Krisis BBM, Suhu AC Kantor Dibatasi

viva.co.id
14 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Malaysia akan memberlakukan kebijakan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah untuk kementerian, lembaga, badan hukum, dan perusahaan terkait pemerintah mulai 15 April 2026, untuk menghemat energi selama perang di Timur Tengah, kata Perdana Menteri Anwar Ibrahim.

Pengumuman perdana menteri pada Rabu malam, disampaikan saat negara Asia Tenggara itu mulai merasakan dampak perang di Timur Tengah terhadap pasokan bahan bakar global.

Baca Juga :
Harga Avtur Meroket, Asosiasi Maskapai Minta Penyesuaian Biaya Bahan Bakar dan Tarif
Presiden Iran Tulis Surat Terbuka untuk Warga AS, Apa Isinya?

"Kabinet telah menyetujui kebijakan bekerja dari rumah. Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar dan memastikan pasokan energi yang stabil," kata Anwar dalam sebuah pengarahan khusus.

Ia tidak memberikan rincian lebih lanjut, dan mengatakan bahwa informasi lebih lanjut akan segera diumumkan.

Malaysia memberikan subsidi bahan bakar yang besar, dengan warga negara yang memenuhi syarat hanya membayar 1,99 ringgit (US$0,49) per liter bensin tanpa timbal.

Namun, karena harga minyak mentah global melonjak dan Iran tetap menutup Selat Hormuz yang penting, Anwar mengatakan kuota bahan bakar bersubsidi akan dipotong dari 300 liter menjadi 200 liter per bulan.

Harga bahan bakar tanpa subsidi akan terus mengikuti harga pasar global.

Penghematan Energi: Batasi Suhu AC Kantor Pemerintah

Disisi lain, Pemerintah Malaysia terus melakukan penghematan energi secara rasional di berbagai sektor, salah satunya di instansi pemerintah, dengan mengatur ketentuan suhu minimal pendingin ruangan (AC).

"Pengendalian penggunaan energi di gedung-gedung pemerintah akan diperketat. Suhu pendingin ruangan ditetapkan pada minimum 24 derajat Celcius," ujar Wakil Perdana Menteri Malaysia Fadillah Yusof dalam pernyataan khusus yang disiarkan televisi lokal, di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis.

Fadillah Yusof yang juga merupakan Menteri Peralihan Energi dan Transformasi Air menyampaikan bahwa pemerintah Malaysia mengimbau aparatur sipil negara untuk mengenakan pakaian yang lebih sesuai dengan iklim setempat seperti batik, kemeja korporat atau baju Melayu untuk mengurangi ketergantungan pada pendingin ruangan yang berlebihan.

"Langkah ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk memimpin dengan memberi teladan dalam penggunaan energi secara bijak," ungkapnya

Dia menekankan bahwa pemerintah Malaysia memastikan masyarakat senantiasa mendapatkan informasi atas kebijakan pemerintah. Pemerintah Malaysia berkomitmen untuk terus memberikan pembaruan secara berkala dan transparan.

Baca Juga :
Mantan Menlu Iran Ditarget dalam Serangan AS‑Israel, Istri Tewas
Anggota DPR Minta WFH ASN di Hari Jumat Diawasi Ketat agar Tak Dianggap Liburan
Pentagon Tawarkan Rencana Mengambil Uranium yang Diperkaya Iran ke Trump

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Imigrasi Jambi Perketat Pengawasan 56 Atlet Asing di Ajang Internasional Kerinci100
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Kasus Peluru Nyasar di Gresik, TNI Pastikan Investigasi Masih Berjalan
• 14 jam laluokezone.com
thumb
Talas langka Sumatera diusulkan masuk kategori terancam punah
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Sulam Tato Makin Populer, Ini yang Perlu Kamu Tahu Sebelum Coba
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
Terpopuler: Burgman 125 Terbaru Tertangkap Kamera, Vespa Lebih Murah Rp12 Juta, Meteor 350 Edisi Terbatas
• 2 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.