Talas langka Sumatera diusulkan masuk kategori terancam punah

antaranews.com
10 jam lalu
Cover Berita
Bandung (ANTARA) - Tumbuhan dari famili talas-talasan (Araceae) di Sumatera Utara bernama Homalomena bungamerah Mustaqim, A.S.D.Irsyam & M.R.Hariri yang baru ditemukan, langsung diusulkan masuk kategori terancam punah atau Critically Endangered (Kritis).

Berdasarkan keterangan dari Herbarium Bandungense ITB di Bandung, Kamis (2/4), spesies ini resmi dipublikasikan dalam jurnal internasional Taiwania pada 17 Maret 2026 oleh tim peneliti yang terdiri dari Wendy A. Mustaqim (Universitas Samudra dan Yayasan Tumbuhan Asli Indonesia), Arifin S. D. Irsyam (Herbarium Bandungense, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati ITB), dan Muhammad R. Hariri (Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi, BRIN).

Penemuan ini menarik perhatian karena habitat dari spesies tersebut termasuk yang tak lazim, yakni tumbuh di permukaan batu (litofit), berbeda dengan kerabatnya yang umumnya tumbuh di tanah lembap. Inilah yang menyebabkan pengusulan spesies ini masuk kategori terancam.

"Populasi Homalomena bungamerah diketahui sangat terbatas dan sejauh ini hanya ditemukan pada satu lokasi tertentu," kata salah satu peneliti Arifin, merupakan Kurator Herbarium Bandungense (FIPIA) ITB tersebut.

Baca juga: Peneliti BRIN temukan anggrek spesies baru endemik Indonesia

Selain populasinya yang sangat sedikit, ancaman eksploitasi pengambilan tanaman dari alam serta degradasi habitat menjadi alasan utama penetapan status konservasi tertinggi menurut kriteria IUCN.

"Secara morfologi, tanaman ini memiliki ciri khas permukaan daun berlipat dengan tekstur berkutil kasar yang membedakannya dari spesies lain," ujarnya.

Arifin menyatakan temuan itu merupakan bagian dari upaya berkelanjutan mengungkap kekayaan flora nusantara yang masih tersembunyi. Sebagai salah satu institusi penyimpanan spesimen tipe tumbuhan baru tersebut, FIPIA terus mengurasi data ilmiah untuk mendukung langkah konservasi.

"Insyaallah masih akan terbit beberapa jenis baru lagi dalam waktu dekat," ucap Arifin.

Eksplorasi yang turut dibantu dua pemuda lokal dari Kampung Gotong Royong yakni Muhammad A Pratama dan Irwansyah Surbakti ini, menegaskan bahwa hutan Sumatera masih menyimpan rahasia biodiversitas yang besar.

Para peneliti menekankan pentingnya perlindungan habitat secara dini agar spesies asli Indonesia ini tidak menghadapi kepunahan dalam waktu dekat sebelum sempat terlindungi secara hukum.

Baca juga: Pangkalpinang temukan tanaman manggis klabang dinyatakan punah

Baca juga: Kebun Raya Cibodas punya koleksi 1.981 spesies tanaman


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Debt Collector Dihajar Massa
• 23 jam lalurealita.co
thumb
John Herdman Bela Ramadhan Sananta, Samakan Perannya dengan Olivier Giroud Meski Tanpa Gol
• 19 jam laluharianfajar
thumb
Usai Trump Pecat Jaksa Agung, Menhan Hegseth Juga Pecat Kepala Staf Angkatan Darat, Pentagon Guncang di Tengah Perang Iran
• 3 jam laluharianfajar
thumb
Lebanon Menguji: Apakah Indonesia Siap Menanggung Risikonya?
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Usai Italia Gagal ke Piala Dunia 2026, Gattuso dan Presiden FIGC Kompak Mundur
• 17 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.