Presiden Prancis Emmanuel Macron menilai operasi militer untuk membebaskan Selat Hormuz bukan langkah realistis. Ia juga menyesalkan pernyataan harian Presiden AS Donald Trump yang berbeda-beda tentang perang Iran dan NATO.
"Ada pihak yang menganjurkan pembebasan Selat Hormuz dengan kekerasan melalui operasi militer, posisi yang kadang-kadang diungkapkan oleh Amerika Serikat," kata Macron selama kunjungannya ke Korea Selatan, dilansir AFP, Kamis (2/4/2026).
"Saya katakan kadang-kadang karena hal itu bervariasi, itu bukanlah pilihan yang pernah kami pilih dan kami menganggapnya tidak realistis," katanya.
Macron menjelaskan, operasi militer di kawasan tersebut akan memakan waktu lama dan berisiko tinggi. Ia menilai kapal-kapal yang melintas justru rentan terhadap ancaman dari pesisir, termasuk dari Garda Revolusi Iran yang memiliki kemampuan militer signifikan.
Menurut Macron, solusi terbaik harus melibatkan Iran. Ia pun mendorong gencatan senjata serta kembalinya jalur diplomasi.
"Ini hanya bisa dilakukan bersama Iran," ujarnya.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital distribusi minyak dunia. Konflik yang terjadi membuat jalur tersebut terganggu selama beberapa pekan dan berdampak pada kenaikan harga energi global.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut menjadikan pembukaan kembali selat itu sebagai syarat gencatan senjata. Trump juga meminta negara-negara yang bergantung pada jalur tersebut untuk ikut menjaganya.
Dalam pernyataan sebelumnya, Trump bahkan menyebut negara-negara seperti Jepang, China, dan Korea Selatan seharusnya mengambil peran lebih besar.
"Anda tahu, kita hanya memiliki 45.000 tentara yang berada dalam bahaya di sana, tepat di sebelah kekuatan nuklir. Biarkan Korea Selatan yang melakukannya," kata Trump, merujuk pada Korea Utara.
"Biarkan Jepang yang melakukannya. Mereka mendapatkan 90 persen minyak mereka dari Selat itu. Biarkan China yang melakukannya. Biarkan mereka semua yang melakukannya. Untuk apa kita melakukan ini?" tambahnya.
Macron menyatakan kekecewaannya atas pernyataan Trump tentang konflik tersebut. Ia lantas menyindir ucapan Trump yang kerap berubah.
"Anda harus serius. Jika Anda ingin serius, Anda tidak mengatakan hal yang berlawanan setiap hari dengan apa yang Anda katakan sehari sebelumnya. Dan mungkin Anda seharusnya tidak berbicara setiap hari," kata Macron.
Presiden Prancis itu juga mengatakan bahwa Trump -- yang pada hari Rabu mengejek pernikahan dan aksen Macron -- sedang merusak aliansi NATO.
"Jika Anda menciptakan keraguan setiap hari tentang komitmen Anda, Anda akan mengikisnya," kata Macron, menambahkan bahwa ada "terlalu banyak pembicaraan... yang melenceng ke segala arah".
Komentar tentang pernikahannya "tidak elegan dan tidak sesuai standar" dan "tidak layak mendapat tanggapan."
(eva/idn)




