Bahagianya Gubernur Dedi Mulyadi soal Pemberlakuan WFH ASN 1 Hari: Di Jabar Bisa Tekan Biaya Operasional

tvonenews.com
13 jam lalu
Cover Berita

Cirebon, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi kembali menyoroti kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) satu hari seminggu yang resmi diterapkan oleh pemerintah. 

Dedi Mulyadi mengetahui pemerintah resmi menerapkan WFH bagi aparatur sipil negara (ASN). Tujuan kebijakan WFH setiap hari Jumat demi efisiensi energi menghadapi konflik global.

Dedi Mulyadi menyikapi keputusan tersebut. Ia mengaku tidak kaget terkait adanya kebijakan WFH bagi ASN selama satu hari seminggu setiap hari Jumat.

KDM sapaan akrabnya menegaskan, penerapan WFH di Jabar bahkan sudah diberlakukan lebih dulu. Baginya, kebijakan ini bukan hal baru.

"WFH di Jabar itu kan sudah berlangsung lama dan sudah berjalan," ujar Dedi Mulyadi di Cirebon, Kamis (2/4/2026).

Dedi Mulyadi Bahagia Pemerintah Pusat Perkuat Kebijakan WFH
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat berada di Cirebon, Jabar
Sumber :
  • ANTARA/Fathnur Rohman

Walau demikian, Dedi Mulyadi tak bisa menutupi kebahagiaannya. Menurutnya, keputusan dari Pemerintah Pusat sebagai upaya penguatan dalam mendukung kebijakan WFH di Jabar.

"Jadi, kalau hari ini ada penguatan dari pemerintah pusat, ya kita lebih senang," ucap KDM.

Ia mengatakan, kebijakan WFH sudah berlaku dari sekitar enam bulan lalu. Mantan Bupati Purwakarta ini pun kembali mengungkap alasannya.

KDM menilai kinerja ASN tidak sekadar dilihat atau dipantau dari kehadiran secara fisik di kantor. Menurutnya, kinerja lainnya juga harus dicapai oleh mereka.

Mantan anggota DPR ini menganggap pemberlakuan kebijakan WFH ASN di Jabar tentu berdampak pada perubahan pola kerja. Hal itu minimal terjadi di lingkungan pemerintah.

KDM tidak hanya menyinggung tentang WFH. Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar sedang berupaya mewujudkan gebrakan yang saat ini menjadi fokus utama.

Pemprov Jabar menginginkan adanya dorongan perubahan, misalnya mengenai kebiasaan masyarakat di Jabar. Ia mencontohkan perubahan yang diinginkan pemerintah, salah satunya mengajak pelajar bisa berjalan kaki ke sekolah.

Selain itu, kata dia, Pemprov Jabar berupaya untuk melakukan pembatasan kendaraan bermotor terutama menyasar pada anak-anak sekolah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Sebut Tidak Ada Intimidasi terhadap Istri Ono Surono saat Penggeledahan
• 35 menit lalukompas.tv
thumb
BI Jatim Sebut Konflik Global Tak Berdampak Langsung pada Perekonomian Indonesia
• 15 jam lalubisnis.com
thumb
BULOG Tegaskan Komitmen Dukung Petani Tebu Blora, Siap Fasilitasi Penyaluran ke PG di Jawa Tengah
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Update Data Pendatang Baru Jakarta Usai Lebaran 2026: Tembus 1.776 Jiwa, Tujuan Terbanyak ke Jaktim
• 22 jam laluliputan6.com
thumb
Kesempatan Terbatas, bank bjb Buka Promo Tiket Lari Bandoeng 10K untuk Nasabah
• 14 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.