Bakar Topeng Trump & George Soros, GPNI Minta LSM AS Setop Rongrong Indonesia

jpnn.com
1 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Gerakan Pemuda Nasional Indonesia (GPNI) menggelar aksi di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS), lalu Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Kamis (2/4).

Massa dalam aksi di depan Kedubes AS meminta pemerintah negeri Paman Sam menghentikan pendanaan yang memengaruhi dinamika sosial, politik, dan ekonomi di Indonesia.

BACA JUGA: Kejati Banten: Pejabat yang Merasa Diperas Oknum LSM Lapor ke Intelijen Kejari

Massa menilai pendanaan itu diduga berasal dari jaringan lembaga swadaya masyarakat (LSM) asal AS.

GPNI menuntut AS menghormati kedaulatan Indonesia dan tidak membiarkan LSM di Paman Sam merecoki urusan Tanah Air.

BACA JUGA: BMI Kecam Keras Fitnah Terhadap Ketum Partai Demokrat AHY

GNPI dalam demonstrasinya melakukan aksi simbolis dengan membakar topeng wajah Presiden AS Donald Trump.

Selain Trump, massa juga membakar topeng wajah filantropi sekaligus investor Yahudi asal AS George Soros sebagai oligarki global.

BACA JUGA: Donald Trump Ancam Hancurkan Infrastruktur Energi Iran Jika Kesepakatan tak Tercapai

Setelah aksi di Kedubes AS, massa melanjutkan protes di Kemendagri untuk meminta pemerintah tegas terhadap pengaruh oligarki global yang mengancam kedaulatan negara.

Koordinator GPNI Fandri menilai pemerintah tidak konsisten dalam menegakkan aturan terhadap lembaga asing yang merongrong kedaulatan Indonesia.

"Negara terkesan takut untuk menegakkan hukum untuk lembaga asing yang menyalurkan dana ke LSM di Indonesia, sementara jika itu rakyatnya sendiri, pemerintah dengan mudah menekan dan melabeli kami dengan istilah antek-antek asing," kata dia, Kamis ini.

Menurutnya, Kemendagri sudah memiliki aturan terkait penerimaan dan pemberian bantuan ormas dari dan kepada pihak asing yang harus ditegakkan.

Namun, dia merasa Kemenlu dan Kemendagri menutup mata terhadap aksi ormas asing yang mendikte politik domestik di Indonesia. 

"Pemerintah, seperti Kemlu dan Kemendagri menutup mata akan situasi ini, membiarkan ormas asing dengan gampang masuk dan mendikte politik domestik di Indonesia," ujar Fandri.

Sebelumnya, heboh dokumen internal Open Society Foundation (OSF) yang bocor ke publik yang mengungkap alokasi dana sekitar 1,8 juta dolar AS atau setara Rp28 miliar ke jaringan LSM di Indonesia.

Dana tersebut disebut digunakan untuk berbagai program, mulai dari mobilisasi akar rumput, penguatan kepemimpinan pemuda, pemantauan pengambilan keputusan, dan peningkatan keterlibatan kelompok aktivis, akademisi, serta tokoh agama. (ast/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sejumlah Negara Ogah Kirim Kapal Perang, Trump Uring-uringan


Redaktur : Elfany Kurniawan
Reporter : Aristo Setiawan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BMKG: 9 Alat Deteksi Tsunami di Malut-Sulut Berfungsi Optimal
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Rano Karno Dorong Perbankan Dukung Industri Film, Sebut Potensi Penonton Capai 122 Juta
• 1 jam laluliputan6.com
thumb
Tim Pemadam Terus Berjibaku Tangani Karhutla Riau
• 1 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Indonesia–Siprus Perkuat Kerja Sama Pendidikan Tinggi dan Riset
• 23 jam lalutvrinews.com
thumb
Komnas HAM Akan Periksa 4 Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
• 19 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.