Wapres Gibran Lepas Alumni Pejuang Digital untuk Akselerasi Pendidikan di Wilayah 3T

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka resmi melepas peserta Program Pengabdian Alumni Pejuang Digital di Jakarta, Kamis (2/4/2026)

Program ini diinisiasi sebagai bagian dari langkah strategis pemerintah dalam percepatan digitalisasi pembelajaran interaktif di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

BACA JUGA: MBG Disalurkan 5 Hari, Kecuali Wilayah 3T dan Prioritas Stunting

"Perkembangan teknologi sangat cepat. Karena itu, kita harus bergerak bersama untuk mengatasi kesenjangan pendidikan," kata Wapres dalam arahannya di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat.

Program tersebut menjadi langkah strategis pemerintah untuk menjembatani kesenjangan akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya di wilayah 3T dan daerah dengan keterbatasan layanan pendidikan.

BACA JUGA: Senator Abraham Liyanto: Program MBG Harus Diprioritaskan untuk Wilayah 3T

Wapres menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pendidikan sudah menjadi kebutuhan di tengah perubahan zaman yang berlangsung cepat.

Gibran juga mengingatkan bahwa transformasi digital harus diiringi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar mampu memberikan dampak nyata terhadap produktivitas dan membuka peluang ekonomi baru.

BACA JUGA: Lintasarta Perkuat Konektivitas Dengan Ekspansi ke Wilayah 3T Indonesia Timur

"Pemanfaatan teknologi harus meningkatkan produktivitas dan membuka peluang ekonomi baru. Gunakan secara bijak dan bertanggung jawab, serta terus kembangkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah agar kita tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga inovator," kata Gibran.

Pada kesempatan itu, Wapres berdialog dengan para peserta dari berbagai daerah, mulai dari Papua hingga Sumatera Utara, untuk menggali latar belakang serta lokasi penugasan mereka di wilayah 3T.

Salah satu peserta Program Pejuang Digital, Theresia Rutisu, menyatakan komitmennya untuk mengabdi di daerah asal dengan berbagi pengalaman kepada generasi muda.

"Saya menekankan kata pengabdian. Saya ingin berbagi pengalaman kepada anak-anak di daerah 3T, karena saya juga berasal dari sana. Saya ingin mereka tidak pernah berhenti bermimpi," kata Theresia.

Peserta lainnya, Gulmog Simbolon, mengatakan program tersebut sebagai ruang kontribusi nyata dalam pemerataan akses pendidikan serta upaya membangun motivasi belajar di daerah penugasan.

Menanggapi hal itu, Wapres mengapresiasi semangat para alumni luar negeri yang memilih kembali mengabdi di daerah dan menegaskan pentingnya kontribusi nyata sebagai bentuk tanggung jawab dan kebanggaan sebagai warga negara.

Program Pengabdian Alumni Pejuang Digital merupakan kolaborasi antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk mempercepat digitalisasi pembelajaran di wilayah 3T dan daerah khusus.

Sebanyak 150 orang alumni LPDP akan ditugaskan di 150 sekolah dasar di Sumedang, Kupang, Halmahera Utara, dan Merauke selama tiga bulan guna mendampingi guru dalam pemanfaatan teknologi serta memperkuat pembelajaran berbasis digital.

Melalui program ini, pemerintah berharap terbentuk ekosistem pembelajaran digital yang lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan di berbagai wilayah Indonesia.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Keluarga Prajurit TNI Gugur di Libanon Dapat Santunan Rp1,8 Miliar, Ini Rinciannya dan Kronologi Serangan
• 22 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Polisi Buru Tiga DPO Kasus Pembacokan Sadis di Cilandak
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pelaporan SPT Capai 10,5 Juta, Wajib Pajak Masih Diberi Waktu hingga 30 April
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bulog Janji Fasilitasi Penyerapan Panen Tebu Petani Blora
• 12 jam lalubisnis.com
thumb
Daftar Pemain Asing di Final Four Proliga 2026: Megawati Hangestri Punya Tandem Mengerikan di Jakarta Pertamina Enduro
• 17 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.