40 Truk Dikerahkan untuk Angkut 5.000 Ton Sampah Pasar Induk Kramat Jati

metrotvnews.com
18 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengerahkan 40 armada truk secara bertahap untuk mengangkut tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Langkah darurat ini diambil menyusul adanya kendala pengangkutan selama 18 hari akibat peristiwa longsor di TPST Bantargebang yang menghambat alur pembuangan.

"Pada tahap awal, 20 truk telah mulai beroperasi sementara sisanya akan ditambahkan bertahap," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto di Jakarta, dilansir Antara, Kamis, 2 April 2026.
 

Baca Juga :

Atasi Darurat Sampah Jakarta, Pramono Pacu Pembangunan PLTSa

Asep menjelaskan bahwa volume sampah yang menumpuk di pasar induk tersebut diperkirakan telah mencapai 5.000 ton. Untuk mempercepat proses evakuasi sampah, DLH DKI Jakarta menargetkan seluruh tumpukan tersebut dapat dibersihkan dalam waktu sepekan hingga sepuluh hari ke depan dengan sistem pembagian sif yang ketat.

“Penambahan armada ini diharapkan dapat mempercepat pengangkutan. Kami menargetkan penanganan dapat tuntas dalam enam sampai 10 hari ke depan,” ujar Asep.

Selain penanganan jangka pendek, Pemprov DKI juga tengah mengkaji penyesuaian tarif retribusi pengolahan sampah yang ditargetkan rampung dalam dua minggu. Opsi yang disiapkan mencakup penurunan tarif atau pemberian keringanan maksimal bagi pengelola. 

Di sisi lain, sistem antrean di TPST Bantargebang turut diatur agar integrasi truk berjalan efisien tanpa memicu kepadatan baru.


Tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Foto: Dok. Antara.

Pemprov DKI turut mendorong Perumda Pasar Jaya untuk mulai mengelola sampah secara mandiri, mengingat timbulan sampah pasar mencapai 500 ton per hari yang didominasi material organik. Berbagai opsi teknologi kini tengah dijajaki, termasuk potensi kerja sama dengan Danantara untuk penerapan sistem pengolahan berbasis teknologi modern.

“Penanganan sampah tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Diperlukan keterlibatan aktif seluruh pengelola kawasan, termasuk pasar, untuk menjalankan pemilahan sampah secara konsisten. Ini penting agar fasilitas pengolahan seperti RDF dan ITF/PSEL dapat bekerja lebih optimal ke depan,” kata Asep.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Inggris Sebut 40 Negara Bahas Pembukaan Kembali Selat Hormuz setelah Blokade Iran
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
Virgoun Ditanya 80 Pertanyaan Terkait Akses Ilegal CCTV Rumah Inara Rusli
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Bareskrim Segel 2 Tempat Hiburan di Bali Terkait Kasus Narkoba
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Potret Rudal Nuklir Yars Dikerahkan, Rusia Pamer Kekuatan
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
BMKG Catat 93 Gempa Susulan M7,6 di Ternate, Satu Orang Meninggal Dunia
• 22 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.