Pengunjung Keluhkan Minim Petunjuk Parkir Resmi di Kawasan Blok M

kompas.com
1 hari lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Pengunjung kawasan Blok M menilai informasi dan sosialisasi terkait parkir resmi masih minim.

Minimnya informasi ini kerap membuat pengunjung memarkirkan kendaraan, terutama sepeda motor, di titik-titik yang dijaga juru parkir tak resmi.

Hal ini diungkapkan seorang pengunjung, Rafael (20), yang tidak menyadari lokasi parkir resmi.

“Kurang tahu kalau itu (tempat parkir resmi). Soalnya tahunya sini saja. Saya habis masuk terus (lihat) banyak yang parkir sini kan, ya dikirain tempat parkirnya di sini,” ujar Rafael kepada Kompas.com, Kamis (2/4/2026).

Baca juga: Masih Ada Parkir Liar di Blok M, Jukir: Kami Enggak Pernah Paksa Bayar

Selain minim informasi, pengunjung sering memilih parkir di depan ruko demi efisiensi waktu.

Rafael misalnya, memilih parkir di pinggiran tembok pembatas Blok M Square karena tujuan kunjungannya bersama teman berada di sekitar sana.

Di lokasi tersebut, ia terkadang harus membayar parkir ganda kepada jukir tak resmi.

Meski jukir tidak meminta secara spesifik, Rafael tetap memberikan uang kecil sebagai bentuk terima kasih karena kendaraannya dijaga.

Baca juga: Parkir Liar di Depan Polres Jaktim Diteribkan, Belasan Kendaraan Diderek

Pengunjung lain, Aldi (23), awalnya mengalami situasi serupa. Ia sempat cekcok dengan jukir karena dipaksa membayar biaya parkir tambahan.

Namun jukir itu menyampaikan ada tempat parkir resmi yang bisa digunakan tanpa biaya.

KOMPAS.com/HANIFAH SALSABILA Tempat parkir resmi Blok M yang berada di bawah tanah (basement parking), cukup padat pada Kamis (2/4/2026) malam.
“Katanya, ‘Kalau di sini beda lagi, Mas,’ dia bilang gitu. ‘Posisinya beda lagi Mas, paling kalau mau yang free di situ,’” jelas Aldi.

Meski terlanjur membayar Rp 5.000, Aldi kemudian selalu menggunakan area parkir resmi setiap kali berkunjung ke Blok M.

Baca juga: Satpol PP Tertibkan PKL dan Parkir Liar di Glodok, 60 Motor Kena Operasi Cabut Pentil

Pengalaman serupa dialami Dimas (25), pengemudi ojek online.

Saat memarkirkan motornya di depan mini market, ia diminta biaya tambahan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Dia ngomel-ngomel, katanya kurang. Tapi habis itu saya cabut, dia tetap ngomel,” ungkap Dimas.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Negara Harus Pastikan Keadilan atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon, Anggota DPD: Seret Israel ke ICC
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Temuan Sampah di Halte RPTRA Lenteng Agung, Warga Diimbau Ubah Perilaku
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Daftar Harga Motor Ducati Baru dan Bekas: Mulai Rp100 Jutaan
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Pengamat Sebut Kenaikan Harga Plastik Perlu Diwaspadai
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
PSPS Pekanbaru Gilas Sriwijaya FC Enam Gol tanpa Balas di Stadion Patriot Chandrabaga
• 12 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.