Jakarta, tvOnenews.com - Seiring dengan pesatnya adopsi kendaraan listrik di Indonesia, kebutuhan akan infrastruktur pengisian daya yang mumpuni menjadi hal yang krusial.
Menjawab tantangan tersebut, sebuah inovasi besar hadir di Bekasi melalui peluncuran SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) Signature yang diklaim memiliki kapasitas daya terbesar dan menjadi yang pertama di Indonesia.
Acara peresmian fasilitas masa depan ini berlangsung pada Rabu (1/4). Prosesi pemotongan pita dilakukan oleh Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, bersama General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, Center Director Summarecon Mall Bekasi, Ugi Cahyono, serta Owner PT Usaha Chunlan Indonesia, Edi Amin.
Sebagai tanda dimulainya operasional, dilakukan pula simulasi pengisian daya kendaraan listrik secara simbolis di lokasi.
SPKLU Signature ini memiliki spesifikasi teknis yang melampaui rata-rata fasilitas serupa.
Dengan total kapasitas listrik mencapai 2,7 MVA (Megavolt Ampere), area ini dipersenjatai dengan 10 unit mesin DC Ultra Fast Charging berkekuatan 240 kW per unit.
Tersedia total 20 konektor yang memungkinkan 20 kendaraan listrik melakukan pengisian secara serentak. Berkat teknologi ini, pemilik kendaraan hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk mengisi daya dari kondisi 20 persen hingga 80 persen.
Center Director Summarecon Mall Bekasi, Ugi Cahyono menyatakan, sebagai salah satu destinasi lifestyle terbesar di Kota Bekasi dengan traffic pengunjung yang dinamis, serta profil pengunjung yang semakin adaptif terhadap gaya hidup terkini dan berkelanjutan, Summarecon Mall Bekasi menjadi lokasi yang strategis untuk pengembangan infrastruktur kendaraan listrik.
"Kehadiran SPKLU ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi pengunjung dengan menghadirkan kenyamanan dalam berbelanja dan kemudahan pengisian daya kendaraan listrik dalam satu ekosistem terintegrasi, tanpa harus berpindah tempat," kata Ugi dalam keterangannya, Kamis (2/4).
Penyediaan fasilitas ini merupakan buah sinergi antara tiga institusi, yakni PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) UP3 Bekasi, PT Usaha Chunlan Indonesia (UCI), dan pihak pengelola mal.
Selain untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik nasional yang lebih efisien, langkah ini diharapkan mampu menekan emisi gas rumah kaca demi lingkungan perkotaan yang lebih sehat.



